Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ini Dia Bubur Asyuro Menara Kudus yang Memiliki Sejarah dan Makna Mendalam Bagi Umat Islam

Galih Erlambang Wiradinata • Selasa, 16 Juli 2024 | 20:52 WIB
Bubur Asyura Menara Kudus
Bubur Asyura Menara Kudus

KUDUS - Pada peringatan Muharram di Menara Kudus tak lepas dari pembuatan bubur Asyuro. Sebanyak 1.300 porsi bubur Asyura diproduksi ibu-ibu di sekitar Menara Kudus. Untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar Menara Kudus kemarin.

Pembuatan bubur Asyura ini dipadukan dengan memasak nasi jangkrik hari ini. Kuliner yang dibuat pada 9 Muharram itu juga bagian dari agenda buka puasa bersama Makam Sunan Kudus.

Dari pantauan wartawan koran ini di lapangan, para ibu-ibu di sekitar Menara Kudus membuat bubur Asyuro. Masak di salah satu rumah warga.

Baca Juga: Besok Pagi, Puluhan Ribu Nasi Jangkrik Dibagikan kepada Warga saat Puncak Tradisi Buka Luwur Makam Sunan Kudus

Baca Juga: Klaim Lapangan di Stadion Wergu Wetan Kudus Masih Layak untuk Liga 2, Ini Kata Dinas

Koordinator Pembagian Bubur Asyuro Zumaila Izdiyana mengatakan, bubur itu rutin diproduksi setiap 9 Muharram. Setelah matang, bubur tersebut dibagikan kepada masyarakat di sekitar Menara Kudus.

“Bubur disajikan dengan samir. Dibagikan kepada masyarakat sekitar. Sementara yang disajikan dengan takir (wadah yang terbuat dari alas daun berbentuk melingkar, Red) untuk membaca Al-Barzanji,” imbuhnya.

Zumaila menambahkan, dalam membuat bubur Asyura dibutuhkan sembilan bahan utama. Antara lain, beras, jagung, ketela pohon, ubi jalar, kacang hijau, kacang tolo, kacang tanah, kedelai, dan ketela pohon.

“Bahan-bahan tersebut kemudian dimasak dengan santan. Kemudian diberi serai, garam, pandan, dan lainnya,” ungkapnya.

Selera makanan akan lezat ketika bubur Asyura disajikan. Beberapa toping ditaburkan bubur Asyuro yang telah dimasak.

Untuk jenis toping yang ditaburkan di atas bubur ada sembilan jenisnya. Mulai dari tempe, tahu, udang, lombok, telur dadar, jeruk bali, teri, pentul, hingga kecambah.

Baca Juga: Mengenal Sosok Alya Denisa Putri, Dara Asal Kudus Peraih Medali Emas Kejurnas Kemenpora Cabor Pencak Silat

Sementara itu, Humas Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Denny Nur Hakim mengatakan, sejarah bubur Asyura ada kaitannya dengan kisah Nabi Nuh.

Bubur itu dibuat adalah bentuk rasa syukur kepada Allah atas keselamatan dari musibah banjir besar saat itu.

”Pembuatan bubur Asyura ini adalah bentuk rasa syukur selamatnya dari musibah banjir,” jelasnya.

Diketahui, ada beberapa agenda rangkaian buka puasa di Makam Sunan Kudus. Agenda diawali dengan penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kudus. Sajian kuliner jadu juga turut meramaikan rangkaian buka luwur. Puncak tradisi ini adalah berbagi nasi jangkrik kepada masyarakat. (gal/zen)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#bubur asyuro #bubur asyura #muharram #menara kudus