Sebelumnya Pemkab Kudus berencana membangun rumah sakit tipe D dengan menyulap dua puskesmas untuk naik kelas menjadi rumah sakit tipe D. Lokasinya berada di Puskesmas Jekulo dan Rejosari.
Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Dokter Edy Kusworo mengatakan, pembangunan rumah sakit tipe D hingga kini belum dilakukan. Sebab membutuhkan kajian mendalam dan studi lanjut.
Dia menyebut rumah sakit tipe D ini idealnya dibangun di kawasan utara. “Lokasinya bisa di Puskesmas Dawe atau Rejosari," ungkapnya.
Lokasi tersebut sangat ideal lantaran, di daerah utara akses menuju Fasilitas kesehatan (Faskes) yang mumpuni sulit dijangkau sekaligus daerah Kudus utara cenderung luas.
"Kalau melihat perkembangan sekarang, di Jekulo sudah ada RS Nurussyifa. Sementara di Kaliwangu sudah ada beberapa rumah sakit," katanya.
Untuk kajian lebih lanjut, rumah sakit tipe D dari segi fasilitas dan sumber daya atau tenaga harus mumpuni. Persyaratan mendasar yakni ruangan rawat inap atau bed di atas 50 unit.
Di samping itu, jumlah tenaga medis yang diperbantukan lebih banyak dari puskesmas. Rumah sakit tipe D juga harus memiliki dokter spesialis untuk menangani pasien.
"Sampai dengan saat ini belum dianggarkan, fasilitas harus layak dan di atas puskesmas," jelasnya.
Kepala Desa Kajar Bambang Totok Subianto mendorong pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan rumah sakit tipe D. Fasilitas kesehatan yang lengkap sangat dibutuhkan masyarakat di daerah utara.
Selama ini, warga yang sakit klinis dan perlu perawatan intensif dilarikan ke RSUD dr Loekmono Hadi. Sebab fasilitas kesehatan seperti puskesmas belum mumpuni.
"Kebanyakan dilarikan ke RSUD, rumah sakit tipe D saya rasa sangat perlu dibangun. Karena akses kesehatan yang lengkap perlu dirasakan masyarakat," ungkapnya.
Jika teralisasi, warga setempat cukup mengakses ke Faskes tidak membutuhkan waktu lama.
Desa Kajar sendiri telah memiliki fasilitas kesehatan berupa mobil ambulans. Jika ada warga yang sakit pemdes bisa memfasilitasi warga. (gal/mal) Editor : Ali Mustofa