JEPARA — Kasus kematian pemuda asal Tubanan, Kecamatan Kembang, Axsyal Rendy Saputra (24) memasuki babak baru.
Pihak kepolisian akhirnya menggandeng Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) Wilayah Jawa Tengah.
Pada Jumat (6/2) dilakukan pemeriksaan terhadap 12 orang. Meliputi anggota keluarga dan orang-orang terdekat korban.
Mereka diperiksa selama lebih dari lima jam. Sejak pukul 14.00 hingga 19.30.
Sebelum turun ke lokasi kejadian, tim juga melakukan paparan kasus di Polres Jepara pada pukul 09.00. Kemudian sekitar pukul 10.00 bertolak ke Tubanan dan melakukan observasi di TKP.
Sebelum pukul 14.00, telah dilakukan pemeriksaan di rumah korban. Namun karena banyak warga yang berdatangan, membuat lokasi pemeriksaan harus dipindah ke Balai Desa.
Pemeriksaan dilakukan sendiri-sendiri, terbagi dalam tiga ruang di kompleks Balai Desa.
Tim Apsifor baru keluar dan pulang dari Balai Desa Tubanan pada pukul 19.45.
Kematian Rendy masih memunculkan tanda tanya besar, lantaran saat ditemukan pada Minggu (30/11) lalu kondisinya tewas, dalam keadaan leher tergorok.
Hal tersebut yang membuat ratusan warga penasaran, terhadap latar belakang kematian pemuda tersebut.
Hingga selama jalannya pemeriksaan, para warga dari Desa Tubanan dan sekitarnya tak mau melewatkan momen tersebut.
Bahkan membuat pihak kepolisian dan Tim Apsifor harus memindahkan tempat pemeriksaan dari rumah korban ke Balai Desa Tubanan. Lantaran suasana tidak kondusif.
Bahkan kerumunan sempat memicu kemacetan di jalan setempat.
Kapolsek Kembang Iptu Heru Setyawan menegaskan, belum ada pelaku yang ditangkap.
Alih-alih pelaku, kematian korban pun masih belum terungkap sepenuhnya. Apakah bunuh diri atau korban pembunuhan.
Untuk itu, Tim Apsifor dilibatkan untuk mengetahui psikologis korban sebelum kematiannya. Sehingga diharapkan dapat mengarah pada kesimpulan penyebab kematian korban.
Hasil pemeriksaan Tim Apsifor yang terdiri dari akademisi dan praktisi tersebut, nantinya diharapkan dapat membawa titik terang.
"Kasus tidak ditutup, masih terus didalami. Tentu kami juga ingin hal ini segera terungkap," pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya