JEPARA — Mebeler lebih dari lima kontainer siap ekspor milik PT Pijar Sukma Furniture Jepara ludes. Hangus terbakar pada Selasa (6/1) petang.
Hal tersebut imbas si jago merah melalap gudang produksi ataupun penyimpanan pabrik yang berada di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara tersebut.
Asap hitam tebal yang membumbung tinggi dari bangunan dua lantai itu, sontak mengundang ratusan warga. Termasuk pekerja yang berdatangan ke lokasi kejadian.
Sebagaimana diketahui, PT Pijar Sukma Furniture menjadi perusahaan furniture klasik yang didirikan pada 14 Agustus 1999.
Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu produsen furniture berorientasi ekspor. Dengan pasar mencapai Asia, Eropa, Amerika, dan Australia, serta menyerap ratusan tenaga kerja di Kabupaten Jepara.
Kepala Satpol PP dan Damkar Jepara Edy Marwoto menyampaikan pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 17.10.
Disebutkan, api pertama kali muncul dari lantai atas, kemudian dengan cepat merembet ke lantai bawah.
Gudang dua lantai dengan luas sekitar 40 x 20 meter itu terbakar hampir seluruhnya.
Barang-barang produksi yang sudah jadi ikut hangus, termasuk yang berada di area bawah.
Ironisnya, barang-barang tersebut merupakan produk siap kirim untuk pasar ekspor.
Tercatat sedikitnya lima kontainer lebih furniture, seperti berupa tempat tidur, meja, dan kursi telah melalui proses finishing. Siap kirim. Tinggal stuffing sebelum akhirnya ludes dilalap api.
Kebakaran diduga dipicu aktivitas pengelasan yang tidak memenuhi standar keselamatan kerja.
Pihaknya menyebutkan, saat kejadian, terdapat pengerjaan atap di lantai atas gudang.
Percikan api dari proses pengelasan diduga mengenai material mudah terbakar, yang berada tepat di bawahnya.
Lebih lanjut disebutkan, pemadaman melibatkan total 13 armada, terdiri dari enam unit pemadam kebakaran, dua unit DLH, satu unit BPBD. Serta bantuan armada dari perusahaan yang dimiliki pabrik sekitar.
Hingga pukul 20.30, petugas masih melakukan proses pendinginan.
“Pemicunya diduga dari aktivitas pengelasan. Percikan api mengenai tumpukan foam (busa) dan kertas. Api cepat membesar karena di dalam gudang penyimpanan banyak material mudah terbakar seperti kayu, foam, dan kertas,” ungkapnya.
Saat kebakaran terjadi masih terdapat sejumlah pekerja di dalam gudang.
Beruntung, seluruhnya berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kendati demikian, kerugian material ditaksir sangat besar.
Nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
“Kerugian masih kami hitung dan lakukan konfirmasi, terutama berdasarkan invoice barang yang terbakar,” sebutnya.
Hingga pukul 20.45, terdapat pekerja maupun warga yang menyaksikan proses pendinginan areal yang terbakar dari luar pagar.
Mereka, khususnya pekerja tampak harap-harap cemas atas insiden tersebut.
Saat peristiwa terjadi, perusahaan yang disebut-sebut memiliki ratusan karyawan tersebut telah hampir steril dari aktivitas pabrik.
Mayoritas pekerja telah pulang, sebelum akhirnya terjadi insiden besar tersebut.
“Produk utama furniture, semua perabotan ada. Saat kejadian pertama masih ada sejumlah pekerja, untungnya selamat semua,” tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya