Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Petani Digaji Panen Dibeli: Ahmad Luthfi Minta JTAB Perluas Program ke 1,5 Juta Hektare

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi

Advertisement

SEMARANG - Petani di Jawa Tengah kini tak lagi dibiarkan menghadapi sendiri persoalan klasik pertanian, seperti modal terbatas, biaya produksi, risiko gagal panen, hingga ketidakpastian harga saat panen tiba. 

Melalui program “JTAB Petani Gajian”, petani tidak hanya mendapat dukungan pembiayaan dari awal tanam hingga panen, tetapi juga penghasilan yang disetarakan dengan upah minimum regional (UMR) per hektare.

Melihat manfaat tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB) memperluas cakupan program agar semakin banyak petani memperoleh kepastian usaha dan perlindungan ekonomi.

Advertisement

“Ini bagus. Harus diperluas. JTAB koordinasi lagi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan yang punya datanya, kabupaten mana yang bisa di-cover program ini. Kalau bisa ter-cover semua maka akan aman karena ada kepastian untuk petani,” kata Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Direktur Utama PT JTAB Totok Agus Siswanto, Kamis, 17 September 2026.

Menurut Ahmad Luthfi, perluasan program menjadi penting karena Jawa Tengah memiliki sekitar 1,5 juta hektare lahan pertanian. Besarnya luasan tersebut perlu diikuti dengan skema perlindungan yang mampu menjangkau petani maupun petani penggarap.

“Sebisa mungkin luasan itu dan petani yang menggarap dapat merasakan manfaat dan perlindungan dari program tersebut,” ujarnya.

Advertisement

Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto, mengatakan, hingga September 2026, sekitar 80 petani dengan luas lahan sekitar 200 hektare telah mengikuti program JTAB Petani Gajian. Program tersebut telah berjalan di sejumlah daerah, antara lain Sukoharjo, Sragen, Klaten, dan Kabupaten Semarang.

Komoditas yang digarap meliputi padi, bawang merah, dan jagung. Peserta program tidak terbatas pada pemilik lahan, tetapi juga mencakup petani penggarap.

“Melalui Program JTAB Petani Gajian ini, kita coba bantu kendala-kendala petani terkait kesejahteraan yang kurang. Mulai bantuan modal, pengaturan komoditas yang ditanam, lalu kami kasih penghasilan (gaji) sesuai UMR per hektare, dan kemudian kami sebagai off taker hasil panen,” kata Totok usai bertemu Gubernur Luthfi.

Skema tersebut dirancang untuk membuat petani tidak berjalan sendiri sejak awal musim tanam.

Advertisement

Artikel Terkait

Upah Layak Jadi Tuntutan, Ahmad Luthfi Ajak Dialog Buruh dan Pengusaha Jateng

Upah Layak Jadi Tuntutan, Ahmad Luthfi Ajak Dialog Buruh dan Pengusaha Jateng

Penetapan UMP dan UMK Jawa Tengah 2027 tak sekadar menyangkut angka kenaikan upah. Di baliknya, ada tuntutan buruh untuk memenuhi kebutuhan hidup layak.

Jelang Penetapan UMP dan UMK 2027, Ahmad Luthfi Serap Aspirasi Buruh dan Pengusaha 

Jelang Penetapan UMP dan UMK 2027, Ahmad Luthfi Serap Aspirasi Buruh dan Pengusaha 

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berdialog dengan perwakilan serikat buruh, serikat pekerja, dan para pengusaha di Hotel Front One HK, Kita Semarang, Selasa malam, 3 November 2026.

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Pemprov Jateng memperkuat sistem pengawasan terintegrasi bersama KPK, BPK, dan BPKP, serta inspektorat pemerintah daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer