Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

MANTAP! Parkir Tepi Jalan di Alun-alun Purwodadi Resmi Bisa Gunakan QRIS

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 11 Februari 2026 | 16:48 WIB
DIGITALISASI: jukir saat menunjukkan QRIS ke pengguna parkir di Alun-Alun Purwodadi.
DIGITALISASI: jukir saat menunjukkan QRIS ke pengguna parkir di Alun-Alun Purwodadi.

GROBOGAN – Sistem parkir tepi jalan di kawasan Alun-alun Purwodadi resmi bisa menggunakan pembayaran nontunai berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) mulai Rabu (11/2/2026).

Penerapan sistem ini diawali dengan kegiatan sosialisasi resmi yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Bank Jateng kepada juru parkir. Dishub memastikan kesiapan sumber daya manusia dan teknis operasional sebelum sistem diterapkan di lapangan.

Kabid Prasarana dan Keselamatan Dishub Grobogan, Hapi Nugrah, mengatakan Sebanyak 10 juru parkir dilibatkan dalam tahap awal penerapan QRIS.

Sebelum turun ke lapangan, mereka terlebih dahulu mengikuti sosialisasi di kantor Dishub.

"Untuk tahap awal, kami mulai dari Alun-alun Purwodadi. Baik dari sisi utara, selatan, barat dan timur. Hingga dengan Kantor Pos Purwodadi. Ini menjadi titik percontohan sistem parkir nontunai di Grobogan,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi tahap awal pengenalan sistem, mulai dari pemahaman konsep parkir nontunai, alur transaksi, hingga teknis penggunaan QRIS.

Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan di seputaran Alun-alun Purwodadi.

Para juru parkir yang berusia 40-60 tahun itu didampingi untuk melakukan simulasi transaksi QRIS bersama pengguna parkir.

Sehingga sistem tidak hanya dipahami secara teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam kondisi pelayanan nyata.

Meski menghadirkan sistem pembayaran digital, Dishub Grobogan menegaskan bahwa pembayaran tunai tetap berlaku.

QRIS disiapkan sebagai opsi layanan nontunai, bukan sebagai kewajiban, sehingga tetap mengakomodir seluruh lapisan masyarakat.

"Adanya sistem parkir digital ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga memperkuat tata kelola retribusi parkir, mendorong transparansi pendapatan daerah, serta menciptakan budaya tertib parkir di ruang publik.

Sementara itu, salah satu anggota Tim Pemasar Bank Jateng Cabang Purwodadi, Ady Tya Ari Prasetyo, menjelaskan bahwa sistem pembayaran parkir nontunai ini terintegrasi melalui aplikasi Pegadang Bima yang diakses melalui Bima Mobil.

QRIS yang digunakan bersifat statis, sehingga pengguna cukup memindai kode, memasukkan nominal tarif parkir, dan transaksi langsung diproses secara digital.

“Begitu QRIS dipindai, sistem otomatis mencatat transaksi. Alur dana tercatat secara digital dan langsung terintegrasi dengan rekening jukir masing-masing,” jelasnya.

Ke depan, penerapan ini tak hanya di Alun-Alun. Penerapan pembayaran parkir nontunai juga akan merambah ke Jalan Hayam Wuruk dan Jalan dr Sutomo yang selama ini menjadi titik aktivitas parkir tinggi.

"Bertahap, karena hari ini baru dimulai ujicoba di Alun-Alun Purwodadi dulu," ujarnya. (Int)

Editor : Mahendra Aditya
#grobogan #qris parkir