GROBOGAN— Proyek peningkatan jalan di tanjakan Posong, ruas Kuwu–Galeh hingga perbatasan Sragen, masih berjalan di bawah target.
Hingga 2 Desember 2025, progres baru mencapai 67 persen dari target 75 persen. Penyedia jasa kini tengah mengajukan perpanjangan waktu pelaksanaan hingga dua bulan di tahun depan.
Menurut penanggung jawab lapangan, Supriyono, lambatnya progres dipengaruhi kondisi lapangan yang berat.
Mulai dari medan curam, lahan kerja sempit, dan curah hujan tinggi membuat alat berat tidak bisa beroperasi maksimal.
Setiap kali hujan, pekerjaan harus dihentikan karena risiko longsor meningkat. “Lokasinya sempit dan rentan, jadi kalau hujan kami berhenti total. Kini pekerjaan yang belum terselesaikan terutama berada pada perkerasan beton dan dinding penahan tanah,” ujarnya.
Upaya percepatan dilakukan dengan menambah alat dan tenaga kerja, meski keterbatasan ruang gerak menjadi tantangan tersendiri.
Proyek juga sempat tertunda hampir dua bulan lamanya akibat kendala perizinan pinjam pakai kawasan hutan Perhutani dari Dinas PU kepada Kementerian Kehutanan, sehingga pelebaran lahan tidak bisa dilakukan sesuai rencana.
Dengan keterlambatan tersebut, penyedia jasa mengajukan perpanjangan waktu pelaksanaan hingga dua bulan, atau sampai Februari 2026.
"Usulan ini kini masih dalam proses evaluasi dan pembahasan. Kami berharap keputusan dapat segera terbit agar pekerjaan dapat disesuaikan dengan penjadwalan baru," jelasnya.
Diketahui, proyek yang dikerjakan CV Anugerah Indah senilai Rp 8,5 miliar ini memiliki masa pelaksanaan 174 hari kalender sejak 11 Juli hingga 31 Desember 2025.
Pekerjaannya meliputi perkerasan aspal sepanjang sekitar 300 meter, perkerasan beton sepanjang 200 meter, pembangunan saluran air, serta dinding penahan tanah.
Pada titik tanjakan, geometri jalan juga direkonstruksi dengan menurunkan tingkat kemiringan dari 15–18 persen menjadi 8 persen.
Hal itu dimaksud agar lebih ramah bagi kendaraan berat yang sebelumnya kerap kesulitan menanjak.
Supriyono menargetkan akses jalan sudah dapat dibuka minimal sebelum Natal dan Tahun Baru 2026, meski beberapa pekerjaan dinding penahan tanah mungkin masih berlanjut.
"Harapannya sebelum 25 Desember sudah bisa dilewati. Meski masih menyisakan pekerjaan dinding penahan,” katanya.(int)
Editor : Mahendra Aditya