Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Harga Emas Turun Tipis Usai Ketegangan Global Mereda, Pasar Beralih ke Saham

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 23 Januari 2026 | 07:30 WIB
Ilustrasi Emas Antam. (Jawa Pos)
Ilustrasi Emas Antam. (Jawa Pos)

RADAR KUDUS - Harga emas dunia akhirnya melepas sebagian penguatannya setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Koreksi ini bukan sekadar soal teknikal pasar, melainkan refleksi dari meredanya ketegangan geopolitik yang sebelumnya mendorong emas ke puncak.

Sinyal pelunakan sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait isu Greenland menjadi katalis utama yang mengubah arah sentimen investor global.

Pada perdagangan Rabu (21/1/2026) waktu Amerika Serikat, harga emas spot turun dari rekor intraday USD 4.887,82 per ons dan berada di kisaran USD 4.778,51 per ons pada pukul 15.10 waktu setempat.

Meski demikian, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari justru ditutup menguat 1,5 persen ke level USD 4.837,50 per ons, mencerminkan tarik-menarik kepentingan antara pelaku pasar jangka pendek dan investor berorientasi lindung nilai.

Perbedaan arah antara pasar spot dan kontrak berjangka ini menegaskan satu hal penting: emas saat ini bukan hanya diperdagangkan sebagai komoditas, tetapi juga sebagai barometer risiko geopolitik dan arah kebijakan global.

Baca Juga: Emas Antam Bertahan di Level Tinggi, Sinyal Kuat Minat Safe Haven Awal 2026

Greenland, Trump, dan Redanya Ketegangan Global

Isu Greenland sebelumnya menjadi pemicu lonjakan harga emas. Pernyataan keras Trump soal masa depan wilayah tersebut, termasuk ancaman tarif terhadap negara-negara yang mendukung Denmark, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik diplomatik. Ketidakpastian inilah yang mendorong investor memburu aset aman seperti emas.

Namun, situasi berubah setelah Trump menyampaikan bahwa dirinya telah mencapai kesepakatan garis besar dengan NATO terkait Greenland. Tak hanya itu, ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa pun ditarik.

Langkah ini langsung disambut positif oleh pasar saham global, yang kemudian mengalihkan arus dana keluar dari logam mulia.

Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn, menilai pengumuman tersebut menjadi titik balik sentimen. “Sinyal pelonggaran tarif Eropa membuat pasar saham reli, menggerus penguatan emas dan menekan logam mulia,” ujarnya.

Dalam bahasa pasar, ini berarti premi risiko geopolitik—tambahan harga yang melekat pada emas saat ketidakpastian memuncak—mulai menguap.

Efek Domino ke Logam Mulia Lain

Koreksi tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak spot tercatat anjlok 3,6 persen ke USD 91,17 per ons, setelah sehari sebelumnya mencetak rekor di level USD 95,87 per ons.

Pergerakan tajam ini menegaskan karakter perak yang lebih volatil dibanding emas, meski sama-sama berstatus logam mulia.

Analis Komoditas ANZ, Soni Kumari, mengingatkan bahwa potensi kenaikan perak ke level tiga digit masih terbuka. Namun, jalannya tidak akan lurus.

“Momentum harga memang kuat, tetapi koreksi tajam dan volatilitas tinggi sangat mungkin terjadi,” katanya.

Sementara itu, platina turun tipis 0,1 persen ke USD 2.460,20 per ons setelah sebelumnya menyentuh rekor USD 2.543,99.

Palladium bahkan melemah lebih dalam, terkoreksi 2,1 persen ke USD 1.825,85 per ons. Pola ini menunjukkan bahwa pasar logam mulia sedang memasuki fase penyesuaian setelah reli agresif.

Pasar Mulai Menghitung Ulang Risiko AS

Dari dalam negeri Amerika Serikat, perhatian investor juga tertuju pada manuver politik Trump yang berupaya memberhentikan Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook.

Namun, langkah tersebut tampaknya menghadapi jalan terjal. Mahkamah Agung AS—baik dari kubu konservatif maupun liberal—menunjukkan sikap skeptis terhadap upaya tersebut.

Isu ini penting karena menyentuh independensi bank sentral, faktor krusial dalam menjaga kepercayaan pasar.

Ketika ancaman terhadap stabilitas kebijakan moneter mereda, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai jangka pendek pun berkurang.

Mayoritas ekonom memproyeksikan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya sepanjang kuartal ini, setidaknya hingga masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell berakhir pada Mei 2026.

Proyeksi suku bunga yang stabil cenderung menahan emas agar tidak jatuh terlalu dalam, meski ruang reli lanjutan menjadi lebih terbatas.

Bukan Akhir Tren, Melainkan Fase Bernapas

Meski mengalami penurunan dari rekor, para pelaku pasar menilai koreksi ini bukan sinyal pembalikan tren besar.

Sebaliknya, ini dipandang sebagai fase “bernapas” setelah reli panjang yang dipicu ketidakpastian global, mulai dari geopolitik, kebijakan tarif, hingga dinamika bank sentral.

Investor institusi kini terlihat lebih selektif. Mereka mulai memilah antara risiko jangka pendek yang mulai mereda dan risiko struktural jangka panjang yang masih membayangi ekonomi global.

Selama ketidakpastian tersebut belum sepenuhnya hilang, emas dinilai masih memiliki fondasi kuat sebagai aset perlindungan nilai.

Dalam konteks ini, pasar emas sedang bergeser dari mode panik menuju fase rasional. Harga tetap tinggi, tetapi tak lagi didorong oleh ketakutan berlebihan. Bagi investor berpengalaman, kondisi ini justru membuka ruang untuk strategi yang lebih terukur.

Pasar Menunggu Pemicu Baru

Ke depan, arah harga emas akan sangat bergantung pada muncul atau tidaknya katalis baru.

Eskalasi geopolitik, perubahan arah kebijakan moneter, atau kejutan dari Washington bisa kembali menghidupkan volatilitas. Namun untuk saat ini, pasar tampaknya sepakat bahwa sebagian risiko telah terdiskon.

Koreksi harga emas usai pernyataan Trump menjadi pengingat bahwa logam mulia bukan hanya soal inflasi dan suku bunga, tetapi juga tentang narasi politik global. Ketika narasi itu berubah, harga pun menyesuaikan.

Editor : Mahendra Aditya
#donald trump #Greenland #harga emas hari ini #harga emas dunia hari ini #harga emas dunia #harga emas antam hari ini #emas 1 gram #Harga Emas Antam #Harga Emas #Emas