Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Kerja Nyata Ahmad Luthfi Berhadapan dengan Pengadilan Media Sosial

Z
Penulis: Zainal Abidin RK❯
M. Zainal Abidin (General Manager Radar Kudus dan Pernah Mengajar Ilmu Komunikasi di Fak. Ushuluddin UIN Walisongo Semarang dan Unisnu Jepara)
M. Zainal Abidin (General Manager Radar Kudus dan Pernah Mengajar Ilmu Komunikasi di Fak. Ushuluddin UIN Walisongo Semarang dan Unisnu Jepara)

Advertisement

Oleh: M. Zainal Abidin (General Manager Radar Kudus dan Pernah Mengajar Ilmu Komunikasi di Fak. Ushuluddin UIN Walisongo Semarang dan Unisnu Jepara)

MENJADI pemimpin tidak pernah mudah. Menjadi pemimpin di zaman media sosial jauh lebih tidak mudah lagi.

Hari ini, seorang kepala daerah tidak hanya berhadapan dengan persoalan anggaran, birokrasi, infrastruktur, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan berbagai tuntutan masyarakat. Ia juga harus menghadapi “pengadilan” baru bernama media sosial.

Advertisement

Di ruang ini, semua orang mempunyai mikrofon.

Warga yang benar-benar merasakan kebijakan pemerintah bisa berbicara. Mereka yang kecewa boleh mengkritik. Mereka yang puas juga berhak memberikan apresiasi. Itu sehat dalam demokrasi.

Masalah muncul ketika ruang yang sama juga diisi akun-akun anonim, akun yang tidak jelas identitasnya, akun yang aktivitasnya nyaris hanya berkomentar, bahkan akun yang menunjukkan pola aktivitas tidak wajar.

Advertisement

Di sinilah batas antara kritik publik dengan penggiringan opini menjadi semakin tipis.

Saya mengamati fenomena ini kurang lebih satu setengah tahun. Tentu pengamatan terhadap profil dan pola aktivitas akun media sosial tidak cukup untuk memvonis seseorang sebagai buzzer atau bot. Namun ada pola yang menarik.

Akun pengguna media sosial yang autentik umumnya meninggalkan jejak kehidupan digital yang relatif wajar. Ada foto, unggahan dalam periode tertentu, interaksi, aktivitas personal, atau setidaknya kesinambungan antara identitas profil dan isi akun.

Sebaliknya, ada pula akun yang fotonya tidak berkaitan dengan isi, unggahannya kosong atau sangat minim, tetapi mendadak sangat aktif berkomentar pada isu politik tertentu. Ada yang berulang kali menyampaikan narasi hampir seragam.

Advertisement

Artikel Terkait

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Targetkan PSEL Semarang Raya Groundbreaking Desember 2026

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Targetkan PSEL Semarang Raya Groundbreaking Desember 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Kabupaten Kendal, dan investor mempercepat persiapan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)

Peduli Mahasiswa NTT Terdampak Bencana, Ahmad Luthfi Bantu Biaya Kuliah dan Kos

Peduli Mahasiswa NTT Terdampak Bencana, Ahmad Luthfi Bantu Biaya Kuliah dan Kos

Kepedulian terhadap mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menempuh pendidikan di Jawa Tengah ditunjukkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan untuk meringan

Ahmad Luthfi Datangi Rumah Mozza, Kuatkan Keluarga dan Kawal Kasus Sampai Tuntas

Ahmad Luthfi Datangi Rumah Mozza, Kuatkan Keluarga dan Kawal Kasus Sampai Tuntas

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendatangi rumah duka Mozza Axillia Gunarsa di Kabupaten Semarang. Ia memastikan kasus kematian gadis 18 tahun itu terus dikawal dan dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer