Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puting Beliung Terjang Cepu dan Kedungtuban Blora, 36 Bangunan Rusak

A
Penulis: Ali Mustofa❯
PARAH: Salah satu rumah di Kecamatan Cepu yang rusak parah, atap rumah ambrol. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
PARAH: Salah satu rumah di Kecamatan Cepu yang rusak parah, atap rumah ambrol. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Advertisement

BLORA – Angin puting beliung yang disertai hujan deras menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Blora pada Rabu (28/10/2026) hingga malam hari.

Bencana tersebut mengakibatkan sedikitnya 36 bangunan mengalami kerusakan, mulai dari rumah warga, rumah toko (ruko), hingga kandang ternak.

Kerusakan tersebar di Kecamatan Cepu dan Kecamatan Kedungtuban.

Advertisement

Sejumlah bangunan dilaporkan roboh akibat kuatnya terjangan angin, sementara pohon tumbang sempat menghambat akses jalan menuju kawasan permukiman.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora Widodo mengatakan, angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

Salah satu bangunan yang roboh adalah rumah milik Soim, warga RT 03/RW 02, Desa Kapuan, Kecamatan Cepu.

Advertisement

Saat kejadian, rumah tersebut dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang merantau. Dengan demikian, tidak ada korban jiwa di lokasi tersebut.

“Rumah kosong, pemilik merantau. Sebetulnya rumah hendak direhab pascapulang nanti,” kata Widodo.

Bangunan lain yang terdampak adalah rumah milik Sudi, 63, warga RT 05/RW 01, Desa Kentong, Kecamatan Cepu.

Bangunan tersebut diketahui digunakan sebagai kandang ternak kambing.

Advertisement

Artikel Terkait

Menggagas Museum Literasi di Blora

Menggagas Museum Literasi di Blora

KENDATI hanya pernah menetap di Blora sekira tiga tahun, namun kabupaten di ujung timur Jawa Tengah ini memberikan kesan yang sangat mendalam dengan segala kearifan dan “keistimewaan” yang belum tentu dimiliki banyak dae

Petani Blora Manfaatkan PLTS untuk Irigasi Sawah, Biaya Listrik Rp 3,5 Juta per Hektare Bisa Dihemat

Petani Blora Manfaatkan PLTS untuk Irigasi Sawah, Biaya Listrik Rp 3,5 Juta per Hektare Bisa Dihemat

Petani di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, Blora kini memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber energi untuk mengairi sawah. Hal itu dimungkinkan lantaran ada bantuan PLTS dari Pertamina lewat program CSR.

Minyakita dan LPG Subsidi Paling Laris di KDKMP Tambahrejo

Minyakita dan LPG Subsidi Paling Laris di KDKMP Tambahrejo

Minyakita dan LPG bersubsidi menjadi komoditas paling laris di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tambahrejo, Kabupaten Blora.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer