BATEALIT, Radar Kudus – Hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit dari pusat Kota Jepara, terdapat destinasi yang kerap disebut sebagai surga tersembunyi di Desa Somosari, Kecamatan Batealit.
Adalah Wadung Kecemplung, sebuah wisata alam yang terletak di Dusun Sewengen. Tempat ini menjadi pilihan wisata air yang murah meriah dan masih terjaga keasriannya.
Udara di kawasan ini sangat sejuk karena berada di kaki atau lereng Gunung Muria.
Dari permukiman warga, pengunjung hanya perlu waktu sekitar 15 menit untuk mencapai air terjun Banyu Anjlok.
Tiket masuknya pun sangat terjangkau, hanya Rp5.000. Tak perlu repot membawa bekal, karena warga sekitar membuka warung yang menjajakan makanan dan minuman, terutama saat akhir pekan.
"Tempatnya masih alami, airnya jernih, pemandangan bagus," ungkap Camat Batealit, Muh Taufik, kemarin.
Saat ini, akses menuju lokasi juga sudah cukup baik. Jalan menuju tempat wisata sudah diaspal halus.
"Alhamdulillah, kami mendapat bantuan CSR dari PLN untuk pengerasan jalan hingga ke lokasi. Dulu hanya jalan setapak dan licin, sekarang jalan sudah dicor sampai ke tempat wisata," imbuhnya.
Area air terjun Banyu Anjlok di Wadung Kecemplung juga tidak terlalu dalam, sehingga relatif aman digunakan untuk bermain air.
Selain itu, terdapat anak sungai yang mengalir pelan, cocok untuk sekadar membasahi kaki tanpa harus mandi seluruh badan.
Muh Taufik menyampaikan bahwa pengembangan kawasan wisata ini akan terus dilakukan agar semakin banyak menarik wisatawan.
"Akan kami komunikasikan lebih lanjut dengan Pak Petinggi Somosari," jelasnya.
Pihaknya mencatat, beberapa fasilitas yang perlu dilengkapi antara lain adalah tempat sampah, papan petunjuk arah, serta imbauan untuk menjaga keselamatan dan kebersihan lingkungan.
Selain itu, dibutuhkan juga kehadiran petugas yang siaga di lokasi untuk melakukan pengawasan terhadap keselamatan pengunjung.
Disebutkan pula bahwa pemenuhan fasilitas dan sarana prasarana dapat dialokasikan melalui Dana Pagu Indikatif Kecamatan (PIK), sesuai dengan ketersediaan dan prioritas yang ada.
Editor : Mahendra Aditya"Memang perlu penambahan ruang bilas dan WC. Kemudian membangun pagar pembatas di sepanjang jalan menuju lokasi untuk keselamatan pengunjung, termasuk penerangan jalan dan penerangan di area wisata.
Karena kadangkala masih ada pengunjung yang bertahan hingga sore menjelang malam," tandasnya. (fik)