Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Ana/Trias Tantang Unggulan Pertama di Japan Open 2026, Bidik Lanjutkan Tren Gemilang

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 14 Juli 2026 | 17:07 WIB
Pasangan ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Pasangan ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.

JAKARTA – Pasangan ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari membawa kepercayaan diri tinggi saat tampil di Japan Open 2026. Setelah menunjukkan peningkatan performa dalam beberapa turnamen terakhir, duet yang akrab disapa Ana/Trias bertekad menjaga momentum positif sekaligus membuktikan diri mampu bersaing dengan pasangan elite dunia.

Keberhasilan mencapai perempat final Indonesia Open 2026 dan menjadi runner-up Australia Open 2026 menjadi bekal berharga bagi pasangan binaan PBSI tersebut untuk menghadapi persaingan di turnamen level BWF World Tour Super 750 yang berlangsung pada 14–19 Juli 2026 di Jepang.

Awali Turnamen dengan Kemenangan Meyakinkan

Ana/Trias langsung menunjukkan permainan solid pada laga pembuka babak 32 besar.

Mereka berhasil menyingkirkan pasangan Taiwan Chang Ching Hui/Yang Ching Tun dalam dua gim langsung dengan skor 21-16, 21-8.

Kemenangan tersebut memastikan langkah wakil Indonesia ke babak 16 besar sekaligus menjaga peluang melangkah lebih jauh di salah satu turnamen bergengsi dalam kalender BWF World Tour.

Meski menang cukup meyakinkan, pertandingan tidak sepenuhnya berjalan mudah.

Pada awal gim pertama, Ana/Trias sempat mengikuti pola permainan lawan yang banyak mengandalkan reli panjang.

Namun setelah jeda interval, keduanya mampu melakukan penyesuaian strategi.

Perubahan tempo permainan serta variasi serangan terbukti efektif untuk mematahkan ritme pasangan Taiwan hingga akhirnya menutup pertandingan dalam dua gim.

Trias mengaku bersyukur dapat mengawali turnamen dengan kemenangan sekaligus terhindar dari cedera.

Sementara Ana menilai keberhasilan membaca permainan lawan menjadi salah satu faktor utama kemenangan mereka.

Konsistensi Mulai Terlihat

Performa Ana/Trias sepanjang 2026 menunjukkan tren yang terus meningkat.

Setelah menjalani proses adaptasi sebagai pasangan baru dalam beberapa musim terakhir, keduanya mulai tampil lebih stabil di level internasional.

Keberhasilan mencapai babak perempat final Indonesia Open yang berstatus Super 1000 menunjukkan kemampuan mereka bersaing dengan pasangan-pasangan papan atas dunia.

Tak lama berselang, Ana/Trias kembali tampil impresif dengan menembus final Australia Open Super 500, meski akhirnya harus puas menjadi runner-up.

Rangkaian hasil tersebut memberikan tambahan poin peringkat dunia sekaligus meningkatkan rasa percaya diri menjelang Japan Open.

Tantangan Berat Menanti di Babak 16 Besar

Perjalanan Ana/Trias di Japan Open akan semakin berat.

Di babak 16 besar, mereka dijadwalkan menghadapi pasangan unggulan pertama asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, yang saat ini termasuk salah satu ganda putri terbaik dunia.

Pertemuan ini bukanlah yang pertama bagi kedua pasangan.

Pada Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026, Ana/Trias sempat menghadapi Liu/Tan namun harus mengakui keunggulan wakil China tersebut dengan skor 11-21, 19-21.

Hasil tersebut menjadi pelajaran penting yang ingin dimanfaatkan Ana/Trias saat kembali bertemu di Jepang.

Trias menegaskan bahwa mereka harus tampil fokus sejak poin pertama apabila ingin memberikan perlawanan maksimal kepada unggulan utama tersebut.

Evaluasi Jadi Bekal Hadapi China

Tim pelatih PBSI diperkirakan telah menyiapkan evaluasi berdasarkan pertemuan sebelumnya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah menjaga konsistensi permainan sejak awal laga agar tidak memberikan kesempatan lawan mendominasi tempo pertandingan.

Selain itu, variasi serangan cepat di depan net dan kemampuan bertahan dalam reli panjang akan menjadi faktor penting menghadapi pasangan China yang dikenal memiliki kecepatan dan akurasi tinggi.

Jika mampu meminimalkan kesalahan sendiri (unforced error) serta menjaga komunikasi di lapangan, peluang Ana/Trias untuk menciptakan kejutan tetap terbuka.

Jepang Jadi Ujian Penting Menuju Turnamen Besar Berikutnya

Japan Open merupakan salah satu turnamen bergengsi dalam kalender BWF World Tour yang selalu diikuti para pemain terbaik dunia.

Bagi Ana/Trias, ajang ini bukan hanya menjadi kesempatan meraih poin ranking, tetapi juga mengukur perkembangan permainan mereka menghadapi pasangan elite dunia.

Penampilan yang konsisten di Jepang akan menjadi modal penting menjelang rangkaian turnamen besar berikutnya pada musim 2026.

PBSI sendiri terus mendorong regenerasi sektor ganda putri agar Indonesia kembali memiliki pasangan yang mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.

Optimistis Jaga Momentum

Dengan modal hasil positif dalam dua turnamen sebelumnya, Ana/Trias datang ke Japan Open dengan kepercayaan diri yang semakin tinggi.

Kemenangan pada laga pembuka menunjukkan bahwa keduanya mampu menjaga performa meski sempat menjalani jeda latihan selama sekitar satu bulan sebelum turnamen.

Kini, tantangan sesungguhnya menanti di babak 16 besar.

Menghadapi unggulan pertama memang bukan tugas mudah, tetapi Ana/Trias bertekad tampil lepas, fokus sejak awal pertandingan, dan memanfaatkan setiap peluang untuk melanjutkan tren positif yang telah mereka bangun sepanjang musim 2026. Keberhasilan melewati hadangan pasangan China akan menjadi pencapaian penting sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai salah satu ganda putri Indonesia yang tengah berkembang pesat di level dunia.

Editor : Mahendra Aditya
Japan Open 2026 Meilysa Trias Puspitasari Ana Trias febriana dwipuji kusuma PBSI