RADAR KUDUS – Babak 16 besar Piala Dunia 2026 kembali menyajikan duel menarik saat Timnas Swiss berhadapan dengan Kolombia di BC Place, Vancouver, Kanada, Rabu (8/7) pukul 03.00 WIB.
Kedua tim sama-sama datang dengan modal positif dan bertekad mengamankan tiket menuju perempat final.
Swiss memiliki ambisi mengakhiri penantian panjang untuk kembali menembus delapan besar Piala Dunia sejak edisi 1954.
Sementara Kolombia ingin mengulang prestasi terbaiknya ketika sukses mencapai perempat final pada Piala Dunia 2014 di Brasil.
Tim asuhan Murat Yakin melaju ke fase gugur setelah mengalahkan Aljazair 2-0.
Sepanjang turnamen, Swiss tampil cukup stabil dengan catatan belum pernah menelan kekalahan. Keseimbangan antara lini belakang dan lini depan menjadi kekuatan utama mereka.
Di lini tengah, Granit Xhaka masih menjadi pengatur ritme permainan sekaligus motor serangan.
Ricardo Rodriguez juga tetap tampil konsisten di sektor kiri pertahanan, sedangkan Johan Manzambi menjadi andalan di lini depan usai mengemas tiga gol selama turnamen berlangsung.
Swiss juga memiliki variasi serangan melalui kecepatan Dan Ndoye dan kekuatan fisik Breel Embolo.
Selain agresif saat menyerang, mereka dikenal disiplin dalam bertahan sehingga lawan kerap kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Di kubu lawan, Kolombia juga datang dengan performa meyakinkan setelah menyingkirkan Ghana 1-0 pada babak sebelumnya.
Tim asal Amerika Selatan itu menunjukkan pertahanan yang sangat solid dengan hanya kebobolan satu gol dari empat pertandingan, bahkan mencatat tiga clean sheet secara beruntun.
Kokohnya lini belakang Kolombia tak lepas dari peran Davinson Sanchez dan Jhon Lucumi yang tampil disiplin mengawal pertahanan.
Penjaga gawang Camilo Vargas pun beberapa kali menjadi penyelamat tim lewat aksi-aksi gemilangnya.
Meski terkenal kuat dalam bertahan, Kolombia tetap berbahaya ketika menyerang.
Luis Diaz menjadi tumpuan utama berkat kecepatan dan kemampuannya menusuk dari sisi sayap, sedangkan James Rodriguez masih memegang peran penting sebagai kreator serangan melalui umpan-umpan akuratnya.
Laga diperkirakan berlangsung sengit sejak menit awal.
Swiss diprediksi lebih dominan dalam penguasaan bola dengan permainan kombinasi dari lini tengah.
Sedangkan Kolombia kemungkinan memilih menunggu dan mengandalkan serangan balik cepat yang selama ini menjadi senjata andalannya.
Pertarungan di sektor tengah diprediksi menjadi penentu jalannya pertandingan.
Granit Xhaka akan berusaha mengendalikan tempo permainan, sementara Jefferson Lerma dituntut memutus aliran bola Swiss agar Kolombia lebih leluasa melancarkan serangan balik.
Secara performa, kedua tim tampil cukup seimbang sepanjang Piala Dunia 2026.
Swiss unggul dalam organisasi permainan dan konsistensi, sedangkan Kolombia lebih efektif saat memanfaatkan peluang yang diperoleh.
Jika melihat rekor pertemuan, Kolombia sedikit lebih unggul dengan dua kemenangan dari tiga laga terakhir, termasuk kemenangan 2-0 pada fase grup Piala Dunia 1994.
Namun, catatan tersebut diperkirakan tidak akan banyak memengaruhi jalannya pertandingan karena kedua tim kini memiliki komposisi pemain yang berbeda.
Duel ini diprediksi berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Kolombia dinilai memiliki peluang sedikit lebih besar untuk lolos apabila mampu mempertahankan solidnya pertahanan dan memanfaatkan peluang secara maksimal.
Meski demikian, Swiss tetap berpotensi memberikan kejutan apabila tampil efektif di depan gawang.
Prediksi skor: Swiss 1-2 Kolombia.
Editor : Ali Mustofa