Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nomor Porsi Haji Bergeser Saat Dicek? Ternyata Ini Penyebabnya

I
Penulis: Iwan Arfianto❯
ilustrasi ibadah haji
ilustrasi ibadah haji

Advertisement

 

Jakarta - Sejumlah calon jemaah haji sempat dikejutkan oleh adanya perubahan data estimasi tahun keberangkatan saat melakukan pengecekan nomor porsi secara mandiri.

Pergeseran perkiraan waktu keberangkatan yang terlihat mundur hingga satu tahun tersebut jamak ditemui, terutama ketika fase operasional atau musim haji sedang berjalan di lapangan.

Advertisement

Merespons kekhawatiran tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melalui Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin), Farosa, memberikan klarifikasi.

Ia memastikan bahwa perubahan angka tersebut sama sekali tidak memengaruhi hak antrean ataupun menggeser posisi riil jemaah dalam daftar tunggu nasional.

"Antrean panjang pada dasarnya adalah dampak logis dari ketidakseimbangan antara volume pendaftar dengan kuota tahunan yang tersedia. Terkait perubahan estimasi keberangkatan saat dicek, hal tersebut murni karena sistem kami sedang melakukan kalkulasi dan penyesuaian data jemaah secara berkala," jelas Farosa melalui unggahan video di akun Instagram resmi Kemenhaj, Rabu (8/7/2026).

Advertisement

Farosa menerangkan, fenomena mundurnya estimasi jadwal ini selaras dengan penjelasan yang sebelumnya pernah dipaparkan oleh Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengenai dinamika koreksi data pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Ketika operasional pemberangkatan jemaah haji tahun berjalan dimulai, Siskohat secara otomatis memproses dan menyaring data jemaah yang sedang bertolak ke tanah suci.

Nama-nama jemaah yang sudah masuk kloter keberangkatan aktif akan dilepaskan (clearing) dari daftar tunggu interaktif.

Proses pemadanan data massal inilah yang memicu sistem melakukan penghitungan ulang (re-calculating) terhadap sisa pendaftar yang belum berangkat.

Fluktuasi matematis selama pembaruan sistem berjalan inilah yang sering kali terbaca oleh masyarakat sebagai pergeseran tahun.

Advertisement

Artikel Terkait

Kemenhaj Ungkap Kasus Badal Haji Fiktif, 140 Jemaah Jadi Korban

Kemenhaj Ungkap Kasus Badal Haji Fiktif, 140 Jemaah Jadi Korban

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengungkap adanya penipuan terkait badal haji yang merugikan 140 jemaah dengan total kerugian mencapai Rp 1,4 miliar.

 47.012 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Lakukan Evaluasi Layanan

47.012 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Lakukan Evaluasi Layanan

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, M. Irfan Yusuf (Gus Irfan), tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada hari Senin, 8 Juni 2026, untuk memastikan proses pemulangan jemaah haji berjalan dengan baik

Menhaj: Kuota Haji Indonesia 2027 Diprediksi Tetap di Angka 221 Ribu Jemaah

Menhaj: Kuota Haji Indonesia 2027 Diprediksi Tetap di Angka 221 Ribu Jemaah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mendapat informasi dari Pemerintah Arab Saudi bahwa kuota haji untuk Indonesia pada tahun 2027 kemungkinan akan tetap di angka 221.000 jemaah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer