Mesir Tersingkir Secara Dramatis, Ally McCoist Soroti Kontroversi yang Mengiringinya

ATLANTA – Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir terus menjadi perbincangan hangat. Bukan hanya karena comeback spektakuler Albiceleste yang berakhir dengan kemenangan 3-2, tetapi juga sederet keputusan wasit dan VAR yang memicu polemik.
Salah satu suara paling lantang datang dari mantan penyerang Timnas Skotlandia sekaligus komentator sepak bola, Ally McCoist. Ia menilai siapa pun yang menyaksikan pertandingan tersebut akan sulit mengabaikan rasa simpati kepada perjuangan para pemain Mesir.
Menurut McCoist, The Pharaohs tampil luar biasa sepanjang pertandingan dan nyaris menciptakan kejutan terbesar di fase gugur sebelum akhirnya harus tersingkir lewat gol dramatis di penghujung laga.
Mesir Tampil Berani Sejak Awal
Menghadapi juara bertahan dunia bukanlah tugas mudah. Namun Mesir justru tampil agresif sejak menit pertama dan mampu membuat lini belakang Argentina kesulitan.
Keunggulan pertama lahir pada menit ke-15 melalui Yasser Ibrahim yang memanfaatkan kelengahan pertahanan Albiceleste.
Argentina sebenarnya memiliki kesempatan menyamakan kedudukan enam menit kemudian setelah mendapatkan hadiah penalti. Namun eksekusi Lionel Messi gagal berbuah gol sehingga Mesir tetap mempertahankan keunggulan hingga turun minum.
Babak kedua berlangsung semakin menarik. Mesir kembali menggetarkan gawang Argentina lewat serangan balik cepat yang diselesaikan Mostafa Zico pada menit ke-58.
Namun kegembiraan kubu Mesir hanya berlangsung singkat.
Gol Dianulir VAR Jadi Awal Kontroversi
Wasit menghentikan pertandingan untuk melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah melihat tayangan ulang, wasit memutuskan terdapat pelanggaran terhadap bek Argentina, Lisandro Martínez, dalam proses terciptanya gol.
Keputusan itu membuat gol Zico dianulir dan skor tetap bertahan 1-0.



