RADAR KUDUS – Inggris memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 usai menaklukkan tuan rumah Meksiko dengan skor 3-2 di Estadio Azteca.
Namun, kemenangan itu memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar tiket menuju delapan besar.
The Three Lions berhasil mematahkan salah satu home advantage paling disegani dalam sejarah sepak bola dunia.
Selama puluhan tahun, Estadio Azteca dikenal sebagai markas yang sangat sulit ditaklukkan.
Dukungan puluhan ribu suporter fanatik, ditambah lokasi stadion yang berada di ketinggian sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut, membuat banyak tim kesulitan mempertahankan intensitas permainan selama 90 menit.
Bahkan sebelum laga ini, berbagai analisis menyebut Azteca sebagai senjata terbesar Meksiko dibanding kualitas skuadnya.
Fakta tersebut bukan tanpa alasan. Sejak 1966, Meksiko hanya menelan dua kekalahan dalam 89 pertandingan kompetitif di Estadio Azteca, dengan catatan 70 kemenangan dan 17 hasil imbang.
Lebih impresif lagi, El Tri belum pernah kalah di stadion ini pada ajang Piala Dunia sebelum menghadapi Inggris.
Tekanan yang dihadapi Inggris semakin besar karena pertandingan sempat tertunda akibat badai petir yang melanda Mexico City.
Setelah laga dimulai, mereka juga harus menghadapi atmosfer lebih dari 80 ribu pendukung tuan rumah yang memenuhi tribun Azteca.
Meski demikian, pasukan Thomas Tuchel menunjukkan mental yang berbeda. Inggris mampu mencuri keunggulan lebih dahulu sebelum Meksiko memberikan perlawanan sengit.
Bahkan ketika harus bermain dengan 10 orang setelah salah satu pemainnya menerima kartu merah, The Three Lions tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Keberhasilan ini menjadi salah satu kemenangan tandang paling berharga bagi Inggris dalam sejarah Piala Dunia.
Mereka tidak hanya mengalahkan tuan rumah, tetapi juga mematahkan dominasi Meksiko di stadion yang selama puluhan tahun menjadi momok bagi tim-tim besar dunia.
Kini, Inggris melangkah ke perempat final dengan kepercayaan diri tinggi.
Jika mampu menaklukkan Meksiko di Azteca stadion yang selama ini dianggap sebagai benteng paling sulit ditembus maka The Three Lions telah mengirim pesan kepada para pesaingnya bahwa mereka bukan sekadar kandidat juara, melainkan tim yang mampu menang di bawah tekanan sebesar apa pun.
Sementara bagi Meksiko, kekalahan ini menjadi akhir dari rekor panjang yang selama ini membuat Azteca begitu disegani.
Stadion legendaris itu tetap menyimpan sejarah besar, tetapi pada Piala Dunia 2026, Inggris berhasil menorehkan satu babak baru dengan meruntuhkan mitos yang telah bertahan selama puluhan tahun.
Editor : Ali Mustofa