RADAR KUDUS - Portugal memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati duel super dramatis menghadapi Kroasia.
Laga yang berlangsung selama 109 menit itu menghadirkan hampir semua drama yang diinginkan pecinta sepak bola, mulai dari gol indah, penalti, keputusan VAR, hingga gol kemenangan di masa injury time.
Cristiano Ronaldo kembali mencatatkan namanya di papan skor, tetapi justru pemain pengganti Goncalo Ramos yang menjadi penentu kemenangan Selecao dengan gol telat yang membuat Kroasia pulang dengan kepala tertunduk.
Portugal Langsung Menggempur Sejak Kick-off
Begitu pertandingan dimulai, Portugal langsung mengambil alih kendali permainan.
Skuad asuhan Roberto Martinez tampil agresif dengan kombinasi Bruno Fernandes, Vitinha, Rafael Leao, hingga Cristiano Ronaldo yang terus mengalirkan serangan ke pertahanan Kroasia.
Menit keempat menjadi ancaman pertama. Bruno Fernandes melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi Dominik Livakovic masih sigap melakukan penyelamatan. Bola liar kembali disambar Bruno, namun lagi-lagi lini belakang Kroasia mampu menghalau.
Portugal terus menekan.
Renato Veiga hampir membuka keunggulan lewat sundulan hasil sepak pojok pada menit ke-16, tetapi bola melambung tipis di atas mistar.
Meski lebih banyak bertahan, Kroasia bukan tanpa peluang.
Ante Budimir sempat lolos dari penjagaan pada menit ke-10. Sayangnya sundulannya justru melayang jauh meski berdiri bebas di depan gawang.
Statistik babak pertama menunjukkan dominasi Portugal dengan penguasaan bola mencapai 69 persen, tetapi rapatnya pertahanan Kroasia membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Babak Kedua Langsung Meledak
Zlatko Dalic memasukkan Igor Matanovic sejak awal babak kedua dan perubahan itu langsung memberi efek.
Menit ke-48, Mateo Kovacic menusuk ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan yang masih mampu diamankan Diogo Costa.
Lima menit kemudian Kroasia akhirnya memecah kebuntuan.
Josip Stanisic mengirim umpan lambung akurat ke dalam kotak penalti. Ivan Perisic menyambut bola dengan kontrol sempurna sebelum melepaskan tendangan mendatar yang gagal dijangkau Diogo Costa.
Kroasia memimpin 1-0 pada menit ke-53.
Kepercayaan diri Kroasia meningkat drastis.
Igor Matanovic bahkan sempat membobol gawang Portugal pada menit ke-56, tetapi selebrasi terhenti setelah hakim garis mengangkat bendera offside.
Portugal Balas Menekan, VAR Sibuk Bekerja
Portugal langsung meningkatkan intensitas serangan.
Menit ke-58, Rafael Leao nyaris mencetak gol spektakuler. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti menghantam mistar gawang dan membuat seluruh pendukung Portugal berdiri dari kursi.
Tiga menit kemudian Cristiano Ronaldo sempat mencetak gol penyama kedudukan.
Namun setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut dianulir karena offside dalam proses serangan.
Portugal belum menyerah.
Roberto Martinez memasukkan Bernardo Silva, Francisco Conceicao, Nelson Semedo, dan Goncalo Ramos untuk menambah daya gedor.
Pergantian pemain itu langsung mengubah ritme permainan Portugal.
Penalti Ronaldo Ubah Momentum
Drama berikutnya datang pada menit ke-64.
Portugal mengajukan protes setelah terjadi kontak di dalam kotak penalti Kroasia.
Awalnya wasit Espen Eskas menganggap tidak ada pelanggaran.
Namun setelah menerima rekomendasi VAR dan melihat tayangan ulang di monitor, keputusan berubah.
Portugal mendapatkan hadiah penalti.
Cristiano Ronaldo maju sebagai algojo.
Tanpa kesalahan, sang kapten menunggu Dominik Livakovic bergerak lebih dulu sebelum menggulirkan bola ke tengah gawang.
Skor berubah menjadi 1-1 pada menit ke-68.
Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka.
Kroasia Nyaris Kembali Unggul
Meski momentum beralih ke Portugal, Kroasia tetap berbahaya.
Mateo Kovacic hampir mencetak gol spektakuler pada menit ke-75 setelah melewati beberapa pemain Portugal. Tendangannya hanya membentur tiang gawang.
Beberapa detik kemudian Kovacic kembali mengancam, tetapi Diogo Costa masih mampu mengamankan bola.
Igor Matanovic juga memperoleh peluang emas melalui sundulan jarak dekat pada menit ke-77. Namun refleks luar biasa Diogo Costa kembali menyelamatkan Portugal.
Petar Sucic sempat mencetak gol pada menit ke-80.
Sayangnya, untuk kedua kalinya Kroasia harus kecewa karena gol tersebut kembali dianulir akibat offside.
Injury Time Penuh Ketegangan
Wasit memberikan tambahan waktu 10 menit.
Portugal langsung tancap gas.
Ruben Dias memperoleh peluang melalui sundulan pada menit ke-90+1, tetapi bola melambung.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil.
Pada menit ke-90+4, Rafael Leao mengirim umpan lambung yang sangat akurat ke dalam kotak penalti.
Goncalo Ramos yang baru masuk sebagai pemain pengganti sukses lolos dari kawalan bek Kroasia sebelum menyundul bola dari jarak dekat.
Gol!
Portugal berbalik unggul 2-1 dan stadion langsung bergemuruh.
Namun drama ternyata belum selesai.
Gol Gvardiol Dianulir, Portugal Selamat
Kroasia terus menekan hingga detik terakhir.
Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-90+13 ketika Josko Gvardiol berhasil menyambar bola di depan gawang Portugal dan membuat skor menjadi 2-2.
Para pemain Kroasia langsung merayakan gol tersebut.
Namun wasit Espen Eskas kembali mendapat panggilan dari ruang VAR.
Pemeriksaan berlangsung cukup lama.
Akhirnya, pada menit ke-90+16 diputuskan bahwa terdapat posisi offside dalam proses terciptanya gol.
Gol Gvardiol resmi dianulir.
Keputusan itu menjadi pukulan telak bagi Kroasia.
Tiga menit kemudian peluit panjang dibunyikan.
Portugal menutup pertandingan dengan kemenangan dramatis 2-1 setelah melewati salah satu laga paling menegangkan di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Cristiano Ronaldo menjadi motor kebangkitan lewat gol penaltinya, Goncalo Ramos muncul sebagai supersub dengan gol kemenangan, sementara VAR menjadi "pemain ke-12" yang berkali-kali mengubah jalannya pertandingan hingga peluit akhir berbunyi.
Editor : Mahendra Aditya