Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Mata Berair Saat Mengiris Bawang? Ternyata Ini Penyebab Ilmiahnya

u
Penulis: uinbroadcasting❯
grid.id: ilustrasi orang memotong bawang
grid.id: ilustrasi orang memotong bawang

Advertisement

RADAR KUDUS - Hampir setiap orang pernah mengalami mata berair saat mengiris bawang, terutama bawang merah atau bawang bombai.

Sensasi perih yang muncul sering kali membuat kita harus berhenti sejenak untuk mengusap mata.

Namun, tahukah Anda bahwa hal ini bukan disebabkan oleh aroma bawang, melainkan reaksi kimia yang terjadi ketika bawang dipotong?

Advertisement

Bawang Mengeluarkan Senyawa Kimia Saat Dipotong

Saat bawang masih utuh, berbagai senyawa di dalamnya tersimpan secara terpisah.

Ketika bawang diiris atau dipotong, dinding selnya rusak sehingga enzim dan senyawa yang sebelumnya terpisah bercampur. 

Advertisement

Reaksi ini menghasilkan gas yang dikenal sebagai syn-propanethial-S-oxide.

Gas Naik ke Mata

Gas tersebut mudah menguap dan menyebar ke udara.

Ketika mencapai permukaan mata, gas bereaksi dengan air mata dan membentuk zat yang dapat mengiritasi jaringan mata.

Advertisement

Artikel Terkait

Kenapa Mata Cepat Lelah Saat Menatap Layar HP Terlalu Lama? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui

Kenapa Mata Cepat Lelah Saat Menatap Layar HP Terlalu Lama? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui

Mata terasa perih, kering, dan cepat lelah setelah berjam-jam menatap layar HP? Ketahui penyebab, gejala, dampak, serta cara efektif menjaga kesehatan mata di era digital.

Bawang Putih Bisa Mengusir Tikus? Ini Fakta di Balik Aromanya yang Menyengat

Bawang Putih Bisa Mengusir Tikus? Ini Fakta di Balik Aromanya yang Menyengat

Bawang putih dipercaya dapat mengusir tikus karena memiliki aroma yang menyengat. Namun, benarkah bahan dapur ini efektif membuat tikus menjauh dari rumah?

Cabai Merah Melonjak 90 Persen, Harga Bahan Pokok Nasional Kompak Naik Hari Ini

Cabai Merah Melonjak 90 Persen, Harga Bahan Pokok Nasional Kompak Naik Hari Ini

Bawang merah menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan paling tinggi setelah melonjak 42,1 persen dan kini berada di angka Rp68.350 per kilogram.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer