Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Sejarah Tercipta! Gol Dramatis Stephen Eustaquio Antar Kanada Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 29 Juni 2026 | 07:59 WIB

 

Stephen Eustaquio
Stephen Eustaquio

RADAR KUDUS – Timnas Kanada terus mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Negara tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Meksiko itu sukses mencatat sejarah baru setelah memastikan tiket ke babak 16 besar untuk pertama kalinya usai menundukkan Afrika Selatan dengan skor tipis 1-0.

Pahlawan kemenangan Kanada adalah sang kapten, Stephen Eustaquio, yang mencetak gol penentu pada menit kedua masa injury time. Gol spektakuler tersebut sekaligus mengakhiri perlawanan sengit Afrika Selatan dalam laga yang berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat.

Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan sepak bola Kanada. Sebelum edisi Piala Dunia 2026, mereka selalu gagal meraih kemenangan dalam enam pertandingan Piala Dunia yang pernah dijalani.

Baca Juga: Bellingham Tampil Sempurna, Thomas Tuchel Temukan Formula Emas Inggris di Piala Dunia 2026

Gol Menit Akhir Pecahkan Kebuntuan

Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi, namun minim peluang bersih sepanjang 90 menit.

Kanada tampil lebih dominan dalam penguasaan bola maupun jumlah ancaman ke gawang lawan, sedangkan Afrika Selatan lebih memilih bertahan rapat sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Stephen Eustaquio muncul sebagai pembeda.

Menerima bola di luar kotak penalti, gelandang Porto tersebut melepaskan tendangan keras menyusur tanah yang gagal dihentikan kiper Ronwen Williams. Bola bersarang di sudut gawang dan mengubah skor menjadi 1-0.

Gol itu langsung disambut selebrasi besar para pemain Kanada yang sadar mereka baru saja mengukir sejarah baru di panggung sepak bola dunia.

Kanada Lebih Layak Menang

Meski skor hanya terpaut satu gol, Kanada sebenarnya tampil lebih agresif sepanjang pertandingan.

Skuad asuhan Jesse Marsch tercatat menghasilkan tujuh tembakan tepat sasaran, jauh lebih banyak dibanding Afrika Selatan yang hanya mampu mencatatkan satu peluang mengarah ke gawang.

Moise Bombito hampir membawa Kanada unggul lebih cepat melalui sundulan yang berhasil disapu tepat di garis gawang oleh Aubrey Modiba.

Kanada juga sempat melayangkan protes keras setelah Richie Laryea dijatuhkan Khuliso Mudau di area terlarang. Namun wasit memutuskan permainan tetap berlanjut meski pelatih Jesse Marsch tampak sangat kecewa terhadap keputusan tersebut.

Jonathan David beberapa kali memperoleh peluang emas, termasuk ketika aksinya digagalkan blok krusial Mbekezeli Mbokazi.

Masuknya Alphonso Davies pada babak kedua turut meningkatkan intensitas serangan Kanada. Bek kiri Bayern Munich yang baru pulih dari cedera hamstring langsung memberi dimensi berbeda dalam permainan tim.

Baca Juga: Kanada Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Gol Menit Akhir Antar ke 16 Besar

Jesse Marsch: Kalian Pahlawan Kanada

Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, Jesse Marsch mengumpulkan seluruh pemain di tengah lapangan.

Dalam momen emosional tersebut, mantan pelatih Leeds United itu menyebut anak asuhnya sebagai pahlawan baru sepak bola Kanada.

"Kalian adalah pahlawan Kanada. Kalian telah mengubah masa depan sepak bola di negara ini," ujar Marsch di hadapan seluruh pemain.

Pelatih asal Amerika Serikat tersebut menilai keberhasilan mencapai fase gugur bukan hanya kemenangan bagi tim nasional, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin meniti karier sebagai pesepak bola profesional.

Ucapan Marsch mencerminkan perubahan besar yang sedang dialami sepak bola Kanada dalam beberapa tahun terakhir. Setelah lolos ke Piala Dunia 2022 dan kini menjadi tuan rumah bersama, antusiasme masyarakat terhadap sepak bola meningkat signifikan.

Perjalanan Bersejarah Kanada Berlanjut

Kanada datang ke Piala Dunia 2026 dengan catatan kurang meyakinkan.

Pada dua edisi sebelumnya, mereka belum pernah meraih satu pun kemenangan di putaran final.

Namun, situasi berubah drastis pada turnamen kali ini.

Mereka mengawali kompetisi dengan hasil imbang melawan Bosnia-Herzegovina sebelum menghancurkan Qatar 6-0 untuk mencatat kemenangan pertama sepanjang sejarah Piala Dunia.

Kini, kemenangan dramatis atas Afrika Selatan memastikan Kanada menjadi salah satu dari 16 tim terbaik dunia.

Tantangan Berat Menanti

Perjalanan Kanada dipastikan belum akan mudah.

Pada babak 16 besar, mereka akan menghadapi salah satu kekuatan besar dunia, yakni Belanda atau Maroko.

Berdasarkan peringkat FIFA terbaru, Maroko berada di posisi ketujuh dunia, sedangkan Belanda tepat berada satu tingkat di bawahnya.

Meski demikian, Kanada datang dengan modal kepercayaan diri tinggi.

Kembalinya Alphonso Davies setelah pulih dari cedera juga menjadi kabar positif karena pemain Bayern Munich itu diperkirakan akan semakin bugar untuk pertandingan berikutnya.

Selain Davies, performa impresif Stephen Eustaquio, Jonathan David, dan Moise Bombito menjadi modal penting bagi Kanada untuk terus melanjutkan kisah bersejarah mereka di Piala Dunia 2026.

Dengan semangat juang tinggi dan dukungan penuh para suporter, Kanada kini tak lagi dipandang sebagai tim kejutan, melainkan salah satu negara yang berpotensi menciptakan kejutan lebih besar di fase gugur.

Editor : Mahendra Aditya
#timnas kanada #Kanada vs Afrika Selatan #Jesse Marsch #Stephen Eustaquio #piala dunia 2026