JAKARTA – Harapan Veda Ega Pratama untuk memangkas jarak di klasemen Moto3 2026 harus tertunda setelah gagal menyelesaikan balapan Grand Prix Belanda di Sirkuit Assen, Minggu (28/6/2026). Insiden terjatuh pada lap kedelapan membuat pembalap muda Indonesia itu pulang tanpa tambahan poin.
Akibat hasil tersebut, posisi Veda di klasemen sementara Moto3 mengalami penurunan. Pembalap Honda Team Asia itu tetap mengoleksi 82 poin, sementara para rivalnya berhasil menambah angka sehingga persaingan menuju gelar Rookie of the Year semakin sengit.
Hasil di Assen menjadi DNF (Did Not Finish) kedua bagi Veda musim ini setelah sebelumnya juga gagal menyentuh garis finis pada seri Grand Prix Amerika Serikat.
Peluang Kejar Rookie of the Year Masih Terbuka
Meski kehilangan kesempatan meraih poin penting, peluang Veda untuk bersaing sebagai pendatang baru terbaik musim ini masih terbuka lebar.
Pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, tetap memimpin klasemen rookie dengan 99 poin setelah finis di posisi kesembilan di Assen.
Sementara itu, Hakim Danish dari tim Aeon Credit–MT Helmets–MSi juga berhasil mengamankan poin usai finis tepat di belakang Uriarte. Pembalap asal Malaysia tersebut kini mengoleksi 79 poin, hanya terpaut tiga angka dari Veda.
Dengan selisih poin yang masih relatif tipis, persaingan memperebutkan gelar Rookie of the Year diperkirakan akan berlangsung ketat hingga paruh kedua musim Moto3 2026.
Sempat Masuk Tiga Besar Sebelum Terjatuh
Veda sebenarnya tampil cukup menjanjikan sejak awal balapan.
Memulai lomba dari posisi ketujuh di grid, pembalap berusia 17 tahun itu sempat kehilangan beberapa posisi pada lap-lap awal dan turun ke urutan kesembilan.
Namun situasi balapan berubah setelah insiden yang melibatkan Alvaro Carpe dan Adrian Cruces, sehingga Veda berhasil naik ke barisan depan.
Momentum tersebut dimanfaatkan dengan baik hingga dirinya menembus posisi ketiga di belakang David Almansa dan Máximo Quiles.
Bahkan, Veda sempat berhasil menyalip Quiles dalam perebutan posisi kedua. Sayangnya, persaingan ketat di kelompok terdepan membuat ritme balapnya sedikit menurun sehingga kembali melorot ke posisi ke-11.
Insiden di Tikungan Empat Akhiri Balapan Lebih Cepat
Nasib kurang beruntung menghampiri Veda pada lap kedelapan.
Saat memasuki Tikungan 4, motornya kehilangan kendali dan terjatuh sehingga tidak dapat melanjutkan perlombaan.
Insiden tersebut mengakhiri perjuangan pembalap asal Indonesia itu lebih cepat dan membuatnya gagal membawa pulang poin dari seri ke-10 Moto3 musim ini.
Meski demikian, performa kompetitif yang sempat ditunjukkan sebelum kecelakaan menjadi sinyal positif bahwa Veda masih memiliki kecepatan untuk bersaing di papan depan pada seri-seri berikutnya.
Quiles Raih Kemenangan Dramatis
Sementara Veda gagal finis, persaingan di barisan depan berlangsung sengit hingga lap terakhir.
Pembalap CFMoto Aspar Team, Máximo Quiles, berhasil keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan David Almansa dalam duel ketat sepanjang 20 lap.
Podium ketiga menjadi milik Marco Morelli, yang melengkapi dominasi pembalap muda di seri Assen.
Hasil tersebut turut memengaruhi persaingan klasemen Moto3 secara keseluruhan menjelang memasuki rangkaian balapan berikutnya.
Bagi Veda Ega Pratama, kegagalan di Assen menjadi tantangan untuk segera bangkit. Dengan masih tersisa banyak seri hingga akhir musim, peluang menambah poin sekaligus memperbaiki posisi klasemen tetap terbuka apabila mampu kembali tampil konsisten pada balapan selanjutnya.
Editor : Mahendra Aditya