Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasar Sarwono Wonosoco Hidupkan Wisata Desa, Berdayakan Ekonomi Masyarakat

u
Penulis: uinbroadcasting❯
Pengunjung memadati Pasar Sarwono di Desa Wonosoco untuk menikmati suasana pasar tradisional dan beragam kuliner khas.
Pengunjung memadati Pasar Sarwono di Desa Wonosoco untuk menikmati suasana pasar tradisional dan beragam kuliner khas.

Advertisement

Kudus- Desa Wonosoco terus mengembangkan potensi wisata melalui keberadaan Pasar Sarwono yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sejak awal dirintis pada Desember 2022, pasar tradisional ini telah menjadi salah satu daya tarik wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Direktur BUMDes Wonosoco, Tri, mengungkapkan bahwa keberadaan Pasar Sarwono bertujuan untuk menghidupkan sektor wisata desa sekaligus memberdayakan masyarakat. Menurutnya, melalui BUMDes, warga diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

"Harapan kami, masyarakat bisa semakin berdaya dan BUMDes mampu membantu meningkatkan perekonomian warga Desa Wonosoco," ujar Tri.
Pasar Sarwono digelar satu kali setiap bulan, mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Konsep tersebut sengaja diterapkan agar pengunjung selalu menantikan penyelenggaraannya.

Advertisement

Pada setiap pelaksanaannya, pasar juga mengusung tema yang berbeda sehingga memberikan pengalaman baru bagi para wisatawan.
Tak hanya menyuguhkan suasana pedesaan yang asri, Pasar Sarwono juga menyajikan berbagai kuliner tradisional, seperti nasi jagung, gethuk, nasi liwet dan aneka makanan khas lainnya.

Pengunjung menukarkan uang rupiah dengan koin kayu yang digunakan sebagai alat transaksi di Pasar Sarwono, Desa Wonosoco. Sistem pembayaran unik ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menghadirkan nuansa pasar tradisional bagi para wisatawan.
Pengunjung menukarkan uang rupiah dengan koin kayu yang digunakan sebagai alat transaksi di Pasar Sarwono, Desa Wonosoco. Sistem pembayaran unik ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menghadirkan nuansa pasar tradisional bagi para wisatawan.

Keunikan lainnya terletak pada sistem pembayarannya. Pengunjung tidak menggunakan uang rupiah secara langsung, melainkan koin kayu yang terlebih dahulu ditukarkan di loket. Koin kayu tersebut tersedia dalam dua nominal, yakni senilai Rp2.000 berwarna coklat dan Rp6.000 berwarna biru.

Advertisement

Setiap kali dibuka, Pasar Sarwono mampu menarik sekitar 2.000 hingga 2.500 pengunjung, baik dalam kota maupun dari luar kota. Tingginya antusias masyarakat menjadi motivasi tersendiri bagi pengelola untuk terus menjaga kualitas pasar.

Tri menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga konsistensi penyelenggaraan dengan mempertahankan standar operasional (SOP), meningkatkan promosi, serta menjaga omzet para pedagang. Dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kabupaten melalui penyediaan berbagai fasilitas, seperti kursi, pembangunan sarana pendukung, hingga wahana outbound.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Pak Rohman, mengaku telah dua kali mengunjungi Pasar Sarwono bersama keluarganya. Ia mengaku tertarik dengan suasana pasar yang ramai dan kental dengan nuansa tradisional.

"Suasananya ramai, tradisional, jadi mengingatkan saya pada kehidupan zaman dulu. Karena itu saya bersama keluarga kembali datang ke sini," ungkapnya.
Dengan konsep pasar tradisional yang unik serta dukungan berbagai pihak, Pasar Sarwono diharapkan terus menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Wonosoco. (Muhammad Akbar)

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Pangan Hari Ini 21 Juli 2026: Cabai Rawit Merah Turun ke Rp55.750, Bawang Merah Ikut Merosot

Harga Pangan Hari Ini 21 Juli 2026: Cabai Rawit Merah Turun ke Rp55.750, Bawang Merah Ikut Merosot

Pergerakan harga bahan pangan nasional di pasar tradisional pada Selasa (21/7/2026) menunjukkan tren yang beragam.

Semester I Tembus Rp 5 Miliar, PAD Pasar Rakyat Jepara Capai Hampir 50 Persen

Semester I Tembus Rp 5 Miliar, PAD Pasar Rakyat Jepara Capai Hampir 50 Persen

PAD pasar rakyat Jepara positif. Tahun ini, Disperindag mengusulkan revitalisasi terhadap 16 pasar rakyat, yang dinilai membutuhkan pembenahan infrastruktur.

Harga Pangan Hari Ini 21 Mei 2026: Cabai Meroket, Beras Masih Stabil

Harga Pangan Hari Ini 21 Mei 2026: Cabai Meroket, Beras Masih Stabil

Pergerakan harga pangan di berbagai pasar tradisional pada Kamis, 21 Mei 2026, tercatat bervariasi di sejumlah daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer