RADAR KUDUS – Timnas Indonesia kembali mendapat ujian berat dalam agenda FIFA Match Day bertajuk Garuda Championship Series.
Pada Jumat malam (5/6/2026), skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, mulai pukul 20.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dengan peringkat FIFA yang lebih tinggi.
Setelah Oman, pasukan Merah Putih juga akan menjamu Mozambik di stadion yang sama pada Selasa (9/6/2026).
Laga melawan dua tim dari kawasan berbeda tersebut diharapkan mampu menjadi bekal berharga bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai turnamen internasional pada masa mendatang.
Oman dan Mozambik Miliki Peringkat Lebih Tinggi
Tantangan yang dihadapi Indonesia tidak bisa dianggap ringan. Berdasarkan ranking FIFA terbaru, Indonesia masih berada di posisi ke-122 dunia.
Sementara itu, Oman menempati peringkat ke-79 dunia dan Mozambik berada di posisi ke-101.
Selisih peringkat tersebut menunjukkan bahwa Garuda akan menghadapi lawan yang secara statistik memiliki posisi lebih baik di level internasional.
Meski demikian, bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri di Gelora Bung Karno menjadi modal tambahan bagi tim asuhan John Herdman untuk memberikan perlawanan maksimal.
Misi Mengakhiri Rekor Buruk Melawan Oman
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membawa target khusus dalam pertandingan malam ini.
Ia ingin mengakhiri penantian panjang kemenangan Indonesia atas Oman yang telah berlangsung selama hampir empat dekade.
Terakhir kali Indonesia mampu mengalahkan Oman terjadi pada ajang King's Cup pada era 1980-an.
Setelah itu, Garuda belum pernah lagi meraih kemenangan saat berhadapan dengan tim berjuluk Al-Ahmar tersebut.
Di sisi lain, kubu Oman datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Pelatih anyar mereka, Tariq Sektioui, berharap timnya dapat mempertahankan tren positif saat menghadapi Indonesia.
Sejarah Pertemuan Masih Menguntungkan Oman
Sepanjang sejarah, Indonesia dan Oman telah bertemu sebanyak enam kali dalam berbagai ajang resmi maupun persahabatan.
Dua kemenangan Indonesia terjadi pada King's Cup 1987 dan 1988. Saat itu Garuda sukses menang 2-0 dan 3-0.
Namun setelah periode tersebut, hasil pertandingan lebih banyak berpihak kepada Oman.
Pada laga persahabatan tahun 2007, Indonesia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 0-1.
Pertemuan berikutnya terjadi pada Kualifikasi Piala Asia 2011. Indonesia sempat menahan imbang Oman tanpa gol pada 2009, tetapi kemudian kalah 1-2 pada pertemuan berikutnya.
Sementara dalam laga persahabatan tahun 2021, tim yang saat itu ditangani Shin Tae-yong kembali menelan kekalahan dengan skor 1-3.
Hanya Tiga Pemain Tersisa dari Pertemuan 2021
Dari skuad Indonesia yang tampil menghadapi Oman lima tahun lalu, hanya tiga pemain yang kembali mendapat panggilan untuk laga kali ini.
Ketiganya adalah penjaga gawang Nadeo Argawinata, bek tengah Rizky Ridho, serta pemain sayap Yakob Sayuri.
Pengalaman mereka menghadapi Oman sebelumnya diharapkan dapat membantu para pemain lain memahami karakter permainan lawan yang dikenal disiplin dan kuat dalam transisi menyerang.
Herdman Jalani Laga Ketiga Bersama Garuda
Pertandingan melawan Oman juga menjadi kesempatan bagi John Herdman untuk melanjutkan proses pembentukan tim nasional Indonesia.
Sejauh ini, Herdman telah mendampingi Garuda dalam dua pertandingan internasional sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala.
Debutnya berjalan manis setelah Indonesia menang telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis.
Namun pada laga berikutnya, Garuda harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria.
Karena itu, duel melawan Oman akan menjadi ujian berikutnya bagi Herdman dalam membangun fondasi permainan tim nasional.
Pelatih Baru Oman Siap Memulai Era Baru
Di kubu lawan, pertandingan ini menjadi debut resmi Tariq Sektioui bersama Oman.
Pelatih asal Maroko tersebut baru dipercaya menangani Oman pada Maret lalu.
Sebelum menerima tugas tersebut, Sektioui memiliki pengalaman melatih tim nasional Maroko kelompok usia serta tim Maroko B.
Kehadirannya diharapkan mampu membawa penyegaran bagi Oman yang juga sedang berusaha membangun kekuatan baru setelah gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Sama-sama Gagal ke Piala Dunia 2026
Baik Indonesia maupun Oman memiliki kesamaan nasib dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026.
Kedua negara gagal melewati babak kualifikasi putaran keempat yang berlangsung pada Oktober tahun lalu.
Indonesia harus mengakhiri perjuangannya setelah kalah dari Arab Saudi dengan skor 2-3 dan kemudian takluk 0-1 dari Irak.
Sementara Oman hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Qatar sebelum akhirnya kalah 1-2 dari Uni Emirat Arab.
Kegagalan tersebut membuat laga FIFA Match Day kali ini menjadi momentum penting bagi kedua tim untuk memulai lembaran baru dan meningkatkan kepercayaan diri.
Jadwal Pertandingan
Jumat, 5 Juni 2026
- Indonesia vs Oman
- Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
- Kick-off pukul 20.00 WIB
Rekor Pertemuan Indonesia vs Oman
- 24 Februari 1987: Indonesia 2-0 Oman (King's Cup)
- 18 Januari 1988: Indonesia 3-0 Oman (King's Cup)
- 24 Juni 2007: Indonesia 0-1 Oman (Persahabatan)
- 19 Januari 2009: Oman 0-0 Indonesia (Kualifikasi Piala Asia 2011)
- 6 Januari 2010: Indonesia 1-2 Oman (Kualifikasi Piala Asia 2011)
- 29 Mei 2021: Indonesia 1-3 Oman (Persahabatan)
Melihat catatan tersebut, pertandingan malam ini menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk memperbaiki rekor pertemuan sekaligus mengakhiri penantian panjang kemenangan atas Oman yang sudah berlangsung selama 38 tahun.
Editor : Ali Mustofa