Lebih Dekat dengan David Burhan, Pemilik Hidden Gem Bunga Jabe, Kemujan, Karimunjawa

Tak ada yang terlalu sederhana untuk sebuah kesuksesan. Tampilan luar hanya mendukung, yang menjadi esensi adalah kedalaman diri, sikap ramah dan pelayanan dengan hati.
Semula David Burhan ditertawakan ketika membuka penginapan dengan kondep tradisional. Ia, dicap hanya membuat ‘kandang ayam’ namun justru kini Bunga Jabe—yang dirintisnya bersama keluarga Bugisnya—menjadi cokol ingatan, bagi para wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa. Membawa kesan mendalam. Hidden gem.
FIKRI THOHARUDIN, Jepara
DI SUDUT tenang Desa Kemujan, Kepulauan Karimunjawa, berdiri sebuah penginapan sederhana. Yang kini telah, jamak dikenal oleh wisatawan sebagai hidden gem. Namanya Bunga Jabe.
Tempat ini bukan sekadar penginapan dengan panorama laut dan pulau, melainkan ruang penuh cerita tentang perjuangan, keramahan, dan mimpi seorang lelaki bernama David Burhan (37), atau yang akrab disapa Opick Riolo.
Bagi tamu yang datang, Bunga Jabe terasa seperti rumah sendiri. Tidak ada kesan mewah berlebihan.
Rumah-rumah panggung kayu berdiri menghadap laut, dikelilingi pepohonan kelapa dan semilir angin pantai.
Namun siapa sangka, tempat yang kini ramai didatangi wisatawan lokal maupun mancanegara itu pernah dianggap ‘kandang ayam’ oleh sebagian orang.

David masih mengingat betul satu kalimat yang pernah membuatnya tertegun tersebut.
“Sebelum saya buka Bunga Jabe, saya dapat teguran, ngapain bawa teman-teman ke rumah, rumahmu reyot,” kenangnya sambil tersenyum, pada Jumat (29/5).



