KUDUS – Persiku Kudus mulai menata langkah menyambut kompetisi Liga 2 musim 2026/2027 mendatang.
Evaluasi internal yang dilakukan manajemen disebut-sebut akan membawa sejumlah perubahan penting, termasuk pada posisi kursi kepelatihan yang kini tengah menjadi perbincangan di kalangan internal tim.
Langkah tersebut tidak lepas dari ambisi besar manajemen untuk membawa tim kebanggaan masyarakat Kudus itu naik kelas ke Liga 1.
Sejumlah opsi pembenahan pun mulai dibahas, seiring dengan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim pada musim sebelumnya.
Direktur PT Relasi Sport Muria Indonesia, Abdul Fuad Amirul Adha, yang menaungi Persiku, menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan berbagai skenario untuk menyambut musim baru.
Menurutnya, target promosi membuat manajemen harus lebih selektif dalam menentukan arah kebijakan tim, termasuk dalam urusan pelatih.
Dari hasil diskusi internal, muncul sejumlah kriteria pelatih yang dinilai sesuai dengan kebutuhan Persiku ke depan.
Salah satu karakter yang diutamakan adalah pelatih dengan filosofi permainan menyerang serta mampu memecah kebuntuan saat tim menghadapi situasi sulit di lapangan.
“Kami sudah menyusun kriteria pelatih yang dibutuhkan. Harus punya karakter permainan menyerang dan mampu mengatasi masalah di lini depan,” ujar Fuad.
Meski demikian, ia belum membuka secara rinci nama calon pelatih yang masuk dalam radar manajemen.
Ia hanya menegaskan bahwa sosok yang dipilih nantinya adalah figur yang mampu membawa Persiku menembus Liga 1.
Sementara itu, beberapa pelatih disebut sudah tidak lagi masuk dalam rencana karena telah terikat kontrak dengan klub lain.
Di sisi lain, selama musim Liga 2 sebelumnya, Persiku ditangani oleh Bambang Pujo Sumantri sebagai pelatih kepala.
Dalam proses kepelatihan, ia didampingi oleh Marcos Guillermo Samso yang menjabat sebagai direktur teknik dan berperan aktif dalam penyusunan strategi serta arah permainan tim.
Kehadiran Marcos dinilai memberi pengaruh positif terhadap performa Persiku, terutama pada fase kompetisi tertentu ketika tim mulai menunjukkan peningkatan hasil.
Dalam sembilan pertandingan, Persiku mencatat tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Rumor mengenai keberlanjutan posisi Marcos di tubuh tim juga masih menjadi tanda tanya.
Namun, manajemen disebut masih menjalin komunikasi intens dengan sosok asal Argentina tersebut, sehingga peluang untuk mempertahankannya tetap terbuka.
Dengan berbagai rencana evaluasi yang tengah digodok, Persiku Kudus kini bersiap memasuki fase baru.
Harapannya, perombakan yang dilakukan mampu membawa tim tampil lebih agresif dan kompetitif demi mengejar target promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional. (gal)