Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gebyar Budaya Nusantara Dimulai dari Kudus, Begini Persiapannya!

A
DISKUSI: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menemui para aktivis kebudayaan yang melakukan audiensi terkait penyelenggaraan Gebyar Budaya Nusantara di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (3/8). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
DISKUSI: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menemui para aktivis kebudayaan yang melakukan audiensi terkait penyelenggaraan Gebyar Budaya Nusantara di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (3/8). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

Advertisement

KOTA – Kabupaten Kudus dipilih sebagai titik awal penyelenggaraan Gebyar Budaya Nusantara, sebuah agenda kebudayaan berskala nasional yang bertujuan menghidupkan kembali semangat pelestarian budaya di tengah derasnya arus perubahan zaman.

Rencana tersebut disampaikan para aktivis kebudayaan saat beraudiensi dengan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (3/8) siang.

Audiensi tersebut dihadiri budayawan, pegiat seni, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus.

Advertisement

Dalam pertemuan itu, Bupati Kudus memberikan dukungan dan menugaskan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk mendampingi seluruh proses persiapan kegiatan.

Budayawan Jawa Tengah, Agus Mujiyanto, mengatakan Gebyar Budaya Nusantara lahir dari kepedulian para aktivis budaya untuk menjaga harmoni antara agama dan kebudayaan.

Menurutnya, keduanya harus berjalan selaras agar nilai-nilai luhur tetap terjaga sekaligus mampu diwariskan kepada generasi muda.

Advertisement

"Kami ingin menjaga keselarasan antara agama dan budaya dengan tepat selaras. Kami juga ingin memicu semangat masyarakat dan para pemimpin daerah agar bersama-sama membangkitkan kebudayaan di tengah transformasi zaman. Generasi Alpha dan Gen Z harus dikenalkan kembali dengan budaya," ujarnya.

Agus menjelaskan, kegiatan akan menampilkan tari-tarian klasik yang sarat makna filosofis dan spiritual.

Berbeda dengan pertunjukan tari kreasi modern, pentas tersebut mengedepankan nilai-nilai tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Ia menyebut para peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Banyumas, Solo, Blora, dan Sragen.

Advertisement

Artikel Terkait

PasArt Budaya Kepulauan Karimunjawa 2026 Angkat Keragaman Tradisi Lintas Pulau

PasArt Budaya Kepulauan Karimunjawa 2026 Angkat Keragaman Tradisi Lintas Pulau

Ini menjadi ruang perjumpaan berbagai komunitas seni, pelaku budaya, dan masyarakat dari sejumlah pulau di Kecamatan Karimunjawa.

Semarak Budaya Guyub Seni 2026 Hidupkan Kesenian Jepara, Musisi Jalanan Dapat Ruang Berkarya

Semarak Budaya Guyub Seni 2026 Hidupkan Kesenian Jepara, Musisi Jalanan Dapat Ruang Berkarya

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan acara ini dilakukan dalam rangka menyongsong HUT ke-81 Republik Indonesia. Tak hanya menjadi panggung hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang bersama bagi para pelaku

Presiden Prabowo Hadiri Peresmian Revitalisasi Stasiun Tawang Semarang, Soroti Pelestarian Cagar Budaya

Presiden Prabowo Hadiri Peresmian Revitalisasi Stasiun Tawang Semarang, Soroti Pelestarian Cagar Budaya

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada hari Kamis, 30 Juli 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer