RADAR KUDUS - Mantan pesepak bola sekaligus analis ternama, René van der Gijp, secara tegas membela Kylian Mbappé yang tengah menjadi sasaran kritik publik. Dalam acara Vandaag Inside, ia mengaku tidak habis pikir dengan gelombang serangan terhadap bintang Real Madrid tersebut.
Kontroversi bermula saat Mbappé memilih berlibur singkat ke Italia bersama pasangannya, tepat ketika skuad Real Madrid bersiap menghadapi Espanyol. Ia diketahui menghabiskan waktu di Cagliari dan baru kembali ke Spanyol beberapa saat sebelum laga dimulai. Situasi ini disebut memicu ketidakpuasan dari sebagian rekan setimnya.
Namun bagi Van der Gijp, kritik tersebut terlalu berlebihan. Ia menilai Mbappé hanya memanfaatkan waktu liburnya seperti pemain lain pada umumnya. Menurutnya, tekanan besar yang dihadapi sang pemain sepanjang musim, ditambah dengan semakin dekatnya turnamen besar seperti FIFA World Cup, membuat wajar jika ia mencari waktu untuk rehat sejenak.
Baca Juga: John Henry Murka! Peringatan Keras untuk Arne Slot, Liverpool Tak Boleh Biasa Saja
“Dia masih muda dan berada di bawah tekanan terus-menerus. Kalau punya beberapa hari libur lalu memilih bersantai sebentar, apa yang salah?” kira-kira begitu pembelaan Van der Gijp dalam diskusi tersebut.
Meski demikian, reaksi keras dari sebagian fans tidak bisa dihindari. Bahkan muncul petisi online yang menuntut agar Mbappé hengkang dari Real Madrid, dengan jumlah dukungan yang mencapai jutaan. Hal ini menunjukkan bahwa ekspektasi terhadap pemain bintang sekelas dirinya sangat tinggi, bahkan cenderung tidak realistis.
Van der Gijp pun menyoroti sisi lain dari polemik ini. Ia menilai Mbappé seolah menjadi “kambing hitam” atas berbagai kegagalan, termasuk narasi yang berkembang sejak ia meninggalkan Paris Saint-Germain. Ironisnya, setelah kepergiannya, klub tersebut justru mulai meraih kesuksesan, yang kemudian memicu anggapan bahwa Mbappé sebelumnya menjadi penghambat.
Padahal secara statistik, performa Mbappé masih sangat impresif. Ia tetap konsisten mencetak gol dan menjadi salah satu pemain paling produktif. Namun, tekanan ekspektasi dan sorotan media membuat setiap langkahnya, termasuk keputusan pribadi di luar lapangan, ikut dipermasalahkan.
Situasi ini menggambarkan betapa tipisnya batas antara status superstar dan sasaran kritik. Di satu sisi, Mbappé tetap menunjukkan kualitas luar biasa, namun di sisi lain ia harus menghadapi tuntutan publik yang nyaris tanpa kompromi.
Editor : Mahendra Aditya