RADAR KUDUS - Situasi sulit yang dialami Tottenham musim ini mulai memicu keputusan besar. Performa tim yang tak stabil membuat manajemen membuka peluang melepas sejumlah pemain, termasuk bek muda Radu Drăgușin.
Didatangkan dari Genoa pada 2024 dengan harga sekitar €28 juta, Drăgușin justru belum mendapat peran signifikan di lini belakang Spurs.
Ancaman Degradasi Ubah Strategi Klub
Posisi Tottenham yang masih rawan di papan bawah klasemen menjadi faktor utama. Jika terdegradasi, potensi penurunan pendapatan klub sangat besar—bahkan bisa memangkas hampir separuh pemasukan tahunan.
Dalam kondisi ini, menjual pemain bernilai tinggi menjadi langkah realistis. Drăgușin, yang masih muda dan punya nilai jual, dianggap aset yang bisa dilepas tanpa merusak struktur tim secara drastis.
Baca Juga: Xabi Alonso Bikin Kaget! Tolak Chelsea, Pilih Tunggu Klub Elite
Klub Eropa Mulai Bergerak
Ketertarikan terhadap Drăgușin datang dari berbagai klub Eropa. RB Leipzig disebut paling serius dan sudah membuka pembicaraan awal.
Selain itu, klub Italia seperti AS Roma dan Juventus juga memantau situasi, dengan opsi peminjaman hingga transfer permanen.
Kontrak Panjang Tak Jamin Aman
Meski masih terikat kontrak hingga 2030, posisi Drăgușin tidak sepenuhnya aman. Minimnya menit bermain serta kebutuhan klub akan stabilitas finansial membuat peluang hengkang semakin terbuka.
Dengan gaji yang cukup tinggi, negosiasi transfer juga akan mempertimbangkan keseimbangan antara nilai pasar dan kebutuhan klub peminat.
Dilema Spurs: Jual atau Pertahankan?
Keputusan menjual Drăgușin bisa menjadi solusi jangka pendek, namun juga menyisakan pertanyaan besar. Apakah ini bentuk strategi cerdas, atau justru bukti kegagalan dalam mengembangkan pemain?
Yang jelas, Tottenham kini berada di titik krusial—membutuhkan arah baru untuk keluar dari tekanan, baik di dalam maupun luar lapangan.
Editor : Mahendra Aditya