RADAR KUDUS - Performa Benjamin Sesko bersama Manchester United mengalami lonjakan drastis setelah kepergian Ruben Amorim. Striker muda asal Slovenia itu kini menjelma menjadi ujung tombak yang jauh lebih tajam dan efektif.
Pada masa kepelatihan Amorim, kontribusi Sesko di Liga Inggris tergolong minim. Ia hanya mampu mencetak dua gol dari 16 penampilan—catatan yang jauh dari ekspektasi untuk seorang penyerang utama.
Namun, situasi berubah signifikan setelah pergantian pelatih. Dalam 14 pertandingan berikutnya, Sesko berhasil mengoleksi sembilan gol. Lonjakan produktivitas ini menegaskan perubahan besar dalam performa dan perannya di lini depan.
Baca Juga: Transformasi Arteta: Arsenal Kembali Jadi Raksasa Eropa
Menariknya, ketajaman Sesko tidak selalu ditopang oleh banyaknya sentuhan bola. Ia justru tampil sebagai finisher klinis—memaksimalkan peluang yang ada dengan efisiensi tinggi. Gaya bermainnya kini lebih fokus pada penyelesaian akhir ketimbang terlibat terlalu dalam dalam build-up permainan.
Perkembangan ini disebut-sebut juga tak lepas dari peran mantan striker MU, Dimitar Berbatov, yang dikabarkan sempat memberikan arahan untuk meningkatkan insting mencetak golnya.
Secara keseluruhan, Sesko telah mengemas 12 gol dari 32 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Statistik tersebut mencerminkan peningkatan signifikan, terutama jika melihat perbandingan performanya sebelum dan sesudah pergantian pelatih.
Transformasi ini menjadi sinyal positif bagi Manchester United. Jika mampu menjaga konsistensi, Sesko berpotensi berkembang menjadi salah satu striker paling mematikan di Liga Inggris.
Editor : Mahendra Aditya