RADAR KUDUS – Raksasa Liga Inggris, Chelsea Football Club, secara resmi telah merilis jadwal lengkap tur pra-musim mereka untuk tahun 2026.
Dalam pengumuman yang dinantikan jutaan penggemar tersebut, The Blues dikonfirmasi akan menyambangi kawasan Asia-Pasifik, mencakup Australia, Hong Kong, dan Indonesia. Puncaknya, Jakarta akan menjadi saksi bisu bentrokan dua raksasa Eropa dalam laga bertajuk "International Friendly Match".
Kunjungan ini menandai kembalinya Chelsea ke tanah air setelah lebih dari satu dekade, tepatnya sejak kunjungan terakhir mereka pada tahun 2013 yang fenomenal.
Chelsea telah menyusun rangkaian pertandingan kompetitif di berbagai stadion ikonik sebagai persiapan menghadapi musim baru. Berikut adalah jadwal lengkap pertandingan yang telah dirilis:
28 Juli 2026: Chelsea vs Sydney Wanderers di Accor Stadium, Sydney.
1 Agustus 2026: Chelsea vs Tottenham Hotspur di Accor Stadium, Sydney (Derbi London di tanah Australia).
5 Agustus 2026: Chelsea vs Juventus di Kai Tak Stadium, Hong Kong.
8 Agustus 2026: Chelsea vs AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Laga melawan AC Milan di Jakarta menjadi daya tarik utama dalam tur kali ini. Pertandingan ini bukan hanya sekadar laga persahabatan, melainkan pertemuan pertama kedua klub besar tersebut di tanah Asia.
Bagi fans Chelsea, kunjungan ini membangkitkan nostalgia tahun 2013, di mana saat itu mereka berhasil menumbangkan Indonesia All Stars dengan skor telak 8-1 di depan 80.000 penonton yang memadati GBK.
Kini, dengan lawan selevel AC Milan, antusiasme diprediksi akan jauh lebih masif. Ribuan Milanisti dan The Blues dari berbagai penjuru nusantara diperkirakan akan membanjiri ibu kota demi menyaksikan aksi bintang-bintang dunia secara langsung.
Selain sebagai panggung hiburan olahraga kelas dunia, kehadiran dua klub raksasa ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi Jakarta.
Pertandingan ini diproyeksikan akan menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari pariwisata, perhotelan yang diperkirakan akan mencapai okupansi maksimal, hingga sektor transportasi dan UMKM di sekitar kawasan Senayan.
Dampak ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth).
Baca Juga: Air Mata di Tepian Sungai Mahakam: Tragedi Mandala, Siswa SMK yang Wafat akibat Sepatu Kekecilan
Gelaran internasional seperti ini terbukti mampu mendorong aktivitas ekonomi informal, menciptakan lapangan kerja musiman, dan meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor ekonomi kreatif dan jasa.
Bagi para penggemar yang ingin mengamankan kursi di SUGBK, manajemen klub mengumumkan bahwa penjualan tiket untuk umum di Indonesia akan mulai dibuka pada 8 Mei 2026.
Penjualan dilakukan secara eksklusif melalui situs resmi klub dan mitra resmi yang ditunjuk guna menghindari praktik percaloan dan menjamin keamanan transaksi bagi para pendukung. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna