Wakil BGN Maraton di Rembang, Jenguk Siswa di RS dan Puskesmas hingga Tinjau Dapur SPPG

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 14:51 WIB
JENGUK PASIEN: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono didampingi Sekda Rembang, Fahrudin serta Kepala Puskesmas Lasem, dr Joko Paryanto menjenguk siswa dugaan keracunan MBG di Puskesmas Lasem. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
JENGUK PASIEN: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono didampingi Sekda Rembang, Fahrudin serta Kepala Puskesmas Lasem, dr Joko Paryanto menjenguk siswa dugaan keracunan MBG di Puskesmas Lasem. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono, menjalani rangkaian agenda di Kabupaten Rembang sejak Kamis (10/9) hingga Jumat (11/9) siang.

Kegiatan tersebut tidak hanya berupa pengarahan kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi juga kunjungan langsung kepada siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas.

Pada Kamis malam, Trenggono memberikan pengarahan kepada sejumlah perwakilan SPPG dari Rembang, Blora, Pati, dan Jepara. Kegiatan berlangsung di lantai IV Gedung Setda Rembang.

Agenda berlanjut pada Jumat pagi. Wakil BGN mengikuti rapat koordinasi mengenai kewaspadaan terhadap dugaan kejadian keracunan yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Setelah itu, Trenggono meninjau kondisi pasien di RSUD dr R Soetrasno Rembang dan Puskesmas Lasem.

Rangkaian kegiatan kemudian diteruskan dengan monitoring serta evaluasi dapur SPPG di Kecamatan Lasem.

Pantauan di Kantor Bupati Rembang, Trenggono tiba sekitar pukul 08.30 WIB.

Ia menggunakan kendaraan Toyota Alphard berwarna hitam dan langsung menuju lantai IV Gedung Setda untuk mengikuti pengarahan bersama pihak SPPG.

Sejumlah pejabat turut mengikuti agenda tersebut.

Di antaranya Ketua Satgas MBG Kabupaten Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’, Sekda Rembang sekaligus juru bicara resmi Satgas MBG Fahrudin, Kepala Dinas Kesehatan Rembang dr Ali Syofi’i, perwakilan DPRD Rembang Puji Santoso, Wakapolres Rembang, perwakilan Kodim 0720/Rembang, serta Plt Sekretaris Dindikpora.

Usai memberikan pengarahan, Trenggono sekitar pukul 09.00 WIB bergerak menuju RSUD dr R Soetrasno Rembang untuk melihat kondisi pasien. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke Puskesmas Lasem dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB.

Di Puskesmas Lasem, Trenggono berada sekitar 30 menit sebelum melanjutkan agenda ke dapur SPPG.

Suasana Puskesmas Lasem pada Jumat (11/9) tampak ramai oleh petugas serta keluarga pasien.

Sejumlah anak yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG masih menjalani perawatan di ruang rawat inap.

Dalam kunjungan tersebut, Trenggono didampingi Sekda Rembang Fahrudin.

Wakil Kepala BGN itu terlihat mendatangi pasien satu per satu. Ia berdialog langsung dengan anak-anak dan menanyakan kondisi mereka sebelum kemudian menemui awak media di luar ruang perawatan.

Fahrudin menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kejadian yang dialami penerima manfaat MBG di wilayah Lasem.

Menurut Fahrudin, Trenggono ingin mengetahui lebih jauh mengenai dugaan kejadian keracunan yang muncul setelah konsumsi makanan MBG.

Namun, hingga kunjungan berlangsung, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti kejadian tersebut.

Seluruh informasi yang telah dikumpulkan, lanjut Fahrudin, nantinya akan dibawa untuk dibahas dan dikaji lebih lanjut oleh BGN di tingkat pusat.

Saat berbincang dengan pasien, Trenggono juga menanyakan makanan yang dikonsumsi sebelum anak-anak mengalami keluhan kesehatan.

Fahrudin mengatakan, Wakil BGN menanyakan satu per satu apakah menu yang diberikan dapat diterima oleh para siswa.

Para pasien disebut menyampaikan bahwa makanan tersebut enak, tetapi setelah mengonsumsinya mereka justru mengalami sakit.

Menurut Fahrudin, hal tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dikaji lebih lanjut.

Salah satu menu yang turut menjadi perhatian adalah buah melon yang disajikan kepada penerima MBG.

Fahrudin menyampaikan bahwa dalam dialog tersebut muncul pembahasan mengenai kondisi buah melon yang telah dikemas.

Trenggono, kata Fahrudin, menyampaikan bahwa melon yang sudah dibungkus dapat lebih cepat mengalami perubahan atau basi.

Namun, informasi tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kejadian.

Fahrudin menegaskan, seluruh kemungkinan masih perlu diperiksa dan hasil kajian nantinya akan disampaikan melalui forum BGN Pusat.

Sebelum melakukan kunjungan pasien pada Jumat, Trenggono pada Kamis malam juga memberikan pengarahan kepada perwakilan SPPG.

Agenda tersebut turut didampingi Ketua Satgas MBG Kabupaten Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’.

Hanies menjelaskan, pengarahan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan motivasi sekaligus evaluasi kepada pengelola SPPG setelah muncul kejadian luar biasa yang berkaitan dengan program MBG.

Menurutnya, pengelola SPPG diminta kembali mengevaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik.

Hanies menegaskan, penanganan persoalan MBG dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah daerah dan BGN.

Masing-masing pihak bekerja sesuai tugas serta kewenangan sehingga tidak mengambil alih kewenangan pihak lainnya.

Terkait adanya informasi mengenai bangunan dapur SPPG yang disebut tidak sesuai SOP, Hanies menyatakan pemerintah daerah pada prinsipnya dapat menyampaikan laporan mengenai temuan tersebut.

Sementara keputusan mengenai penindakan atau langkah lanjutan berada pada kewenangan BGN.

Rangkaian kunjungan Trenggono di Rembang tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan MBG, terutama setelah muncul dugaan gangguan kesehatan pada sejumlah penerima manfaat di wilayah Lasem. (noe/ali)

Editor : Ali Mustofa
pengelola sppg rembang Satgas MBG program mbg dapur SPPG