Klarifikasi SPPG Soditan soal 777 Korban MBG, Ini Data Hasil Validasi Dinkes Rembang

REMBANG – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Lasem, Rembang, membantah adanya 777 murid dan guru SMAN 1 Lasem yang menjadi korban dugaan keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui kuasa hukumnya, Abdul Munim, pihak SPPG Soditan menyebut jumlah warga sekolah yang benar-benar mengalami gangguan kesehatan dan diduga terdampak MBG berdasarkan hasil validasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang hanya 32 orang.
Munim menjelaskan, mitra SPPG Soditan yang dikelola Semendhe Kanthi Kantil sebelumnya telah menjalani proses verifikasi legalitas.
SPPG tersebut juga disebut telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bukti pemenuhan persyaratan kebersihan dan sanitasi.
“Klien kami sebagai pemilik mitra SPPG telah dinyatakan memenuhi persyaratan yang ditetapkan BGN. Karena itu, dari sisi penyediaan maupun infrastruktur, semuanya telah melalui proses verifikasi,” ujar Munim.
Ia juga memberikan klarifikasi mengenai pemberitaan yang sebelumnya menyebut jumlah korban dugaan keracunan mencapai 777 siswa dan guru.
Menurutnya, angka tersebut perlu diluruskan karena data yang muncul pada awal kejadian merupakan informasi berdasarkan keluhan yang disampaikan saat itu.
Munim menegaskan pihaknya tidak bermaksud menyalahkan siswa maupun guru yang mengalami keluhan kesehatan.
Menurut dia, data awal tersebut muncul berdasarkan indikator atau gejala yang ditemukan setelah pembagian makanan MBG.
“Data yang muncul saat itu memang merupakan informasi berdasarkan indikator adanya dampak setelah MBG. Kami tidak menyalahkan pihak yang mengalami keluhan. Namun, setelah dilakukan validasi oleh Dinkes Rembang, yang diduga benar-benar terdampak berjumlah 32 orang,” jelasnya.



