DIRAWAT INTENSIF: Belasan anak didik MAN 2 Lasem dirawat di puskesmas Lasem.
LASEM – Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kecamatan Lasem, Rembang. Kali ini menimpa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang, dengan 26 siswa dirawat di Puskesmas Lasem dan sembilan di antaranya harus diinfus karena lemas. Sembilan guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa, meski tidak sampai memerlukan perawatan.
Kejadian ini menambah panjang daftar dugaan keracunan MBG di Lasem, menyusul kasus serupa yang sebelumnya menimpa ratusan siswa SMA Negeri 1 Lasem.
Kepala MAN 2 Rembang Ahmad Suhadak Solikin mengatakan, gejala mulai muncul pada Selasa pagi ditandai sejumlah siswa bergantian izin ke kamar kecil karena sakit perut, pusing, mual, dan muntah. Data korban terus bertambah seiring laporan yang masuk dari kelas ke kelas. "Semula kan dua anak, tiga anak, akhirnya berapa anak," ujarnya.
Menu MBG yang diterima 1.476 siswa penerima manfaat pada Senin siang itu terdiri dari melon, ayam, tahu bacem, dan oseng jagung pipil, yang dipasok SPPG Ngemplak, CV Mas Radit. Makanan tiba di sekolah pukul 10.20 dan dibagikan kepada siswa pukul 11.57, menjelang jam istirahat.
Salah satu orang tua siswa asal Blora mengungkapkan, dirinya mendapat kabar kondisi anaknya lemas dan mual pada siang hari usai anaknya mengonsumsi menu MBG tersebut.
"Saya dikabari siang tadi katanya badannya lemas dan mual, kemungkinan karena makan MBG sehari sebelumnya," ujarnya.
Menyusul munculnya gejala keracunan, pihak MAN 2 Lasem memutuskan tidak lagi membagikan makanan MBG pada hari ini atas saran pihak terkait. "Kejadiannya hampir sama dengan sekolah tetangga kemarin," kata Suhadak.
Hingga berita ini diturunkan, Puskesmas Lasem belum bersedia memberikan keterangan resmi terkait penanganan medis para korban. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi