SPPG Penyalur MBG di Lasem Ditutup 20 Hari, Karyawan Kini Ngarit dan Bertani

REMBANG – Aktivitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Kecamatan Lasem, Rembang, masih dihentikan sementara.
Dapur yang menjadi salah satu penyalur program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SMAN 1 Lasem tersebut dijadwalkan menjalani masa suspend selama sekitar 20 hari.
Selama dapur tidak beroperasi, sebanyak 44 karyawan dan tiga staf SPPG Soditan untuk sementara tidak menjalankan aktivitas seperti biasanya.
Sebagian pekerja mengisi waktu dengan membantu mengurus ternak, mencari pakan atau ngarit, dan ada pula yang kembali menggarap pekerjaan di sektor pertanian.
Kepala SPPG Soditan Lasem Achmad Sholeh Syarifudin mengatakan, pada Senin (7/9), tidak ada pihak yang datang ke dapur SPPG untuk melakukan penelitian maupun pemeriksaan lanjutan berkaitan dengan dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah murid dan guru SMAN 1 Lasem pada Rabu (2/9).
Sholeh mengatakan, pihak SPPG sebelumnya telah mendatangi SMAN 1 Lasem untuk bersilaturahmi sekaligus mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi para siswa yang sebelumnya mengalami mual dan diare secara massal.
Menurut informasi dari pihak sekolah, seluruh siswa telah kembali ke rumah dan kondisinya dinyatakan sehat.
Meski demikian, beberapa di antaranya masih membutuhkan waktu untuk beristirahat sebelum kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
Kegiatan belajar mengajar di sekolah juga mulai berjalan kembali. Sebagian besar murid dan guru yang sebelumnya mengalami gangguan kesehatan telah kembali masuk, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang belum hadir.
Sementara siswa yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit dijadwalkan kembali mengikuti kegiatan sekolah pada Selasa (8/9).



