REMBANG – Aktivitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Kecamatan Lasem, Rembang, masih dihentikan sementara.
Dapur yang menjadi salah satu penyalur program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SMAN 1 Lasem tersebut dijadwalkan menjalani masa suspend selama sekitar 20 hari.
Selama dapur tidak beroperasi, sebanyak 44 karyawan dan tiga staf SPPG Soditan untuk sementara tidak menjalankan aktivitas seperti biasanya.
Sebagian pekerja mengisi waktu dengan membantu mengurus ternak, mencari pakan atau ngarit, dan ada pula yang kembali menggarap pekerjaan di sektor pertanian.
Kepala SPPG Soditan Lasem Achmad Sholeh Syarifudin mengatakan, pada Senin (7/9), tidak ada pihak yang datang ke dapur SPPG untuk melakukan penelitian maupun pemeriksaan lanjutan berkaitan dengan dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah murid dan guru SMAN 1 Lasem pada Rabu (2/9).
Sholeh mengatakan, pihak SPPG sebelumnya telah mendatangi SMAN 1 Lasem untuk bersilaturahmi sekaligus mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi para siswa yang sebelumnya mengalami mual dan diare secara massal.
Menurut informasi dari pihak sekolah, seluruh siswa telah kembali ke rumah dan kondisinya dinyatakan sehat.
Meski demikian, beberapa di antaranya masih membutuhkan waktu untuk beristirahat sebelum kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
Kegiatan belajar mengajar di sekolah juga mulai berjalan kembali. Sebagian besar murid dan guru yang sebelumnya mengalami gangguan kesehatan telah kembali masuk, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang belum hadir.
Sementara siswa yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit dijadwalkan kembali mengikuti kegiatan sekolah pada Selasa (8/9).
Sejak Kamis hingga Minggu (3-6/9), pihak SPPG Soditan juga rutin mendatangi Puskesmas Lasem untuk memantau perkembangan kondisi siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan.
Selama masa penghentian operasional, dapur SPPG Soditan tidak menjalankan aktivitas produksi. Namun, persiapan perbaikan mulai dilakukan agar fasilitas tersebut dapat kembali digunakan setelah memperoleh izin dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Sholeh menyebutkan, sejumlah bahan dan kebutuhan untuk perbaikan dijadwalkan mulai masuk ke dapur. Pengerjaan perbaikan kemudian ditargetkan berlangsung pada Rabu (9/9).
Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah melakukan pemeriksaan ke SPPG Soditan. Sejumlah catatan hasil pemeriksaan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh pihak mitra.
Salah satu pembenahan berkaitan dengan bagian drainase yang masih menggunakan lapisan plester semen. Bagian tersebut akan diperbaiki menggunakan keramik agar lebih mudah dibersihkan dan memenuhi aspek kebersihan.
Selain itu, dapur juga akan mendapat tambahan sejumlah peralatan, termasuk meja yang telah dipesan oleh pihak mitra. Perbaikan sistem pendingin ruangan atau AC juga masuk dalam daftar pembenahan.
Sholeh memastikan berbagai kekurangan yang ditemukan dalam pemeriksaan BPOM akan segera ditangani. Langkah tersebut dilakukan agar SPPG siap kembali beroperasi apabila nantinya BGN memberikan izin pembukaan.
Mengenai masa suspend, Sholeh menjelaskan bahwa informasi awal dari BGN menyebut penghentian operasional SPPG berlangsung selama 20 hari.
Namun, masa tersebut masih dapat berubah bergantung pada proses pembenahan dapur dan evaluasi lebih lanjut.
Penghentian sementara tersebut turut berdampak kepada para pekerja. Sebagian karyawan sempat mempertanyakan kapan dapur dapat kembali beroperasi karena selama ini pekerjaan mereka bergantung pada aktivitas di SPPG.
Untuk sementara, para pekerja kembali menjalankan kegiatan yang biasa dilakukan di luar pekerjaan dapur MBG. Ada yang mengurus hewan ternak dan mencari rumput untuk pakan, sementara sebagian lainnya memilih bertani.
“Untuk saat ini, para karyawan memang tidak ada pekerjaan. Sempat menanyakan kapan dibuka lagi,” imbuhnya.
Sholeh mengakui, beberapa karyawan memang sempat mengeluhkan kondisi tersebut dan menanyakan kepastian kapan mereka dapat kembali bekerja.
Pihak SPPG berharap proses pembenahan dapat berjalan sesuai rencana sehingga ketika izin operasional kembali diberikan, dapur sudah memenuhi berbagai ketentuan yang menjadi catatan hasil pemeriksaan. (noe)
Editor : Ali Mustofa