Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hasil Lab Ungkap Dugaan Penyebab Keracunan MBG di Blora, Air Jadi Sorotan

A
Penulis: Ali Mustofa❯
PARAH: Para siswa SD Negeri Sendangrejo yang terbaring di Puskesmas Ngawen karena keracunan menu MBG pada 20 Juli. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
PARAH: Para siswa SD Negeri Sendangrejo yang terbaring di Puskesmas Ngawen karena keracunan menu MBG pada 20 Juli. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Advertisement

BLORA – Penyebab dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 19 siswa SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, mulai menemukan titik terang.

Hasil pemeriksaan laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan adanya cemaran bakteri pada air yang digunakan dalam proses pencucian dan pengolahan makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora Edi Widayat menyampaikan, hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan bakteri Coliform pada sampel air mencapai 120 CFU per 100 mililiter.

Advertisement

Jumlah tersebut berada di atas ambang batas yang diperbolehkan untuk air bersih.

Menurut Edi, air tersebut diketahui digunakan untuk mencuci bahan makanan sekaligus membantu proses pengolahan menu MBG.

Coliform sendiri merupakan kelompok bakteri yang kerap digunakan sebagai indikator adanya pencemaran, termasuk kemungkinan kontaminasi yang berkaitan dengan tinja.

Advertisement

Untuk air perpipaan, batas Coliform yang diperbolehkan maksimal 10 CFU per 100 mililiter.

Sedangkan pada sumber air yang bukan perpipaan, batas maksimalnya berada di angka 50 CFU per 100 mililiter.

Dengan hasil 120 CFU per 100 mililiter, sampel air yang diperiksa tersebut telah melampaui kedua batas tersebut.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap air yang digunakan dalam proses penyediaan makanan.

Advertisement

Artikel Terkait

Hasil Laboratorium Ungkap Penyebab Keracunan MBG di Blora, Ditemukan Bakteri pada Makanan

Hasil Laboratorium Ungkap Penyebab Keracunan MBG di Blora, Ditemukan Bakteri pada Makanan

Penyebab dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa SDN 1 dan SDN 3 Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, mulai terungkap setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Dinkesda Blora Temukan Tempe di Depan Toilet SPPG, Kepala Dapur Beri Klarifikasi

Dinkesda Blora Temukan Tempe di Depan Toilet SPPG, Kepala Dapur Beri Klarifikasi

Dinkesda Blora menemukan sejumlah hal yang perlu diperbaiki di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan.

BPOM Tangani Pengujian Sampel Menu MBG, Dinkesda Blora Masih Menanti Hasil Laboratorium

BPOM Tangani Pengujian Sampel Menu MBG, Dinkesda Blora Masih Menanti Hasil Laboratorium

Dinkesda Blora masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dari Program MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan puluhan siswa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer