REMBANG — Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, lumpuh total, Kamis (3/9).
Sebanyak 752 dari 1.174 siswa serta 25 guru diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur SPPG Soditan, memaksa sekolah memulangkan seluruh siswa lebih awal.
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik menjelaskan menu MBG, nasi, ayam bakar, sambal, lalapan, tempe goreng, dan semangka disalurkan Rabu siang (2/9) sekitar pukul 11.00 WIB dan dibagikan ke siswa saat jam istirahat, pukul 11.45 WIB.
Laporan keluhan kesehatan sebenarnya sudah masuk sejak Rabu malam. Namun saat itu baru satu-dua siswa yang mengadu ke wali kelas, sehingga belum terdeteksi sebagai kasus massal.
Kondisi berubah drastis Kamis pagi, ketika laporan melonjak dari hampir semua kelas.
"Tadi pagi ternyata laporannya satu kelas ada yang 20 anak, ada yang 31 anak. Total ada 752 siswa dari 1.174 siswa dan 25 guru yang terdampak. Gejalanya diare, lemas, pusing, bahkan ada yang muntah-muntah di sekolah," ujar Juhartutik, Kamis (3/9).
Lonjakan korban membuat sekolah kewalahan. Toilet tak mampu menampung antrean siswa yang bolak-balik mengeluhkan sakit perut, sementara proses belajar praktis terhenti karena guru harus menangani siswa yang sakit satu per satu.
"Waktu makan siang belum kerasa apa-apa. Tapi sorenya pas sampai rumah, badan mulai lemas sama pusing. Malamnya makin parah, perut mual terus," kata Muamanah Elfia Setyawati, siswi kelas 12 yang menjadi salah satu korban.
Keluarga siswa berbondong-bondong menjemput anak mereka sejak Kamis pagi. Tarjono, wali siswa asal Ngemplak, mengaku kaget mendapati anaknya sudah tak berdaya di sekolah.
"Anak saya dikabari sakit dari sekolah. Begitu saya jemput jam 09.00 WIB, kondisinya sudah sangat lemas dan pusing. Langsung saya bawa pulang dan diperiksakan ke petugas medis," ujar Tarjono.
Lima siswa harus dilarikan ke Puskesmas. Kondisi ini membuat Juhartutik memutuskan menghentikan KBM, memulangkan seluruh siswa, dan menghentikan sementara distribusi MBG.
Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang bersama Puskesmas setempat kini mengambil sampel makanan dari Dapur SPPG Soditan untuk diuji laboratorium, guna memastikan penyebab pasti kontaminasi. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi