Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KBM Berangsur Pulih, 209 Siswa Masih Absen Imbas Dugaan Keracunan MBG

A
Penulis: Ali Mahmudi❯

 


Advertisement

WISNU AJI/RADAR KUDUSPULIH: Siswa SMAN 1 Lasem berangsur pulih aktivitas kegiatan belajar di sekolah berlangsung normal kemarin.
WISNU AJI/RADAR KUDUS
PULIH: Siswa SMAN 1 Lasem berangsur pulih aktivitas kegiatan belajar di sekolah berlangsung normal kemarin.

 

REMBANG – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMAN 1 Lasem berangsur pulih, Jumat (4/9). Sebanyak 209 siswa masih absen dari total 1.174 siswa, atau 17,80 persen, menyusul dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Advertisement

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus di sekolah tersebut, aktivitas belajar sudah berjalan normal. Guru, tenaga tata usaha, dan siswa kembali menjalankan kegiatan seperti biasa. Meski begitu, masih ada beberapa siswa yang mengeluhkan sakit perut dan diare, namun tetap memilih masuk sekolah dengan membawa obat yang disediakan pihak sekolah. Sebagian sempat bolak-balik ke toilet, tapi tidak ada yang sampai dibawa ke dokter atau puskesmas.

Kemarin pembelajaran berlangsung penuh tanpa penyaluran MBG. Sejumlah pihak silih berganti mendatangi sekolah, di antaranya Unit 2 Polres Rembang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Loka POM Grobogan.

Perwakilan BPOM, Stefi, menyampaikan pihaknya sudah menginspeksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem sejak Kamis (3/9), sekaligus mengunjungi pasien di Puskesmas Lasem. Jumat kemarin, tim melanjutkan penelusuran epidemiologis dan pengambilan sampel.

Advertisement

"Kita akan ambil sampel untuk dibawa ke laboratorium di Semarang. Sampel makanan yang tersisa dari menu 2 September 2026 diduga menjadi penyebab keracunan," katanya saat ditemui di SMAN 1 Lasem.

Stefi menambahkan, hasil laboratorium mengikuti standar waktu pelayanan yang berlaku sehingga belum bisa dipastikan kapan selesai. Sembari menunggu hasil lab, timnya fokus menggali data di lingkungan sekolah.

Cinta, salah satu siswa SMAN 1 Lasem, mengaku sempat diare dua kali pada Kamis pagi. Kondisinya membaik sehingga ia tetap masuk sekolah, apalagi kelasnya dijadwalkan ulangan.

"Tidak sampai dirawat di puskesmas. Jumat ini kondisi perut sudah membaik, jadi masuk sekolah seperti biasa. Sembuh setelah minum obat dari sekolah," katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Ratusan Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Diduga Keracunan MBG, KBM Dihentikan

Ratusan Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Diduga Keracunan MBG, KBM Dihentikan

Sebanyak 752 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem, Rembang, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Sampel makanan kini diperiksa di laboratorium.

Bukan Racun Kimia, Nasi Liwet dan Telur Dadar Balado MBG di SMPN 5 Rembang Positif Bakteri Patogen

Bukan Racun Kimia, Nasi Liwet dan Telur Dadar Balado MBG di SMPN 5 Rembang Positif Bakteri Patogen

Misteri penyebab keracunan massal di SMPN 5 Rembang akhirnya terjawab. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang memastikan Kejadian Luar Biasa (KLB) itu dipicu bakteri patogen pada makanan, bukan racun kimia.

Hasil Survei MBG di SMPN 5 Rembang, Separuh Siswa Masih Belum Bersedia Menerima

Hasil Survei MBG di SMPN 5 Rembang, Separuh Siswa Masih Belum Bersedia Menerima

Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 5 Rembang belum kembali berjalan sesuai rencana.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer