Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kepercayaan Publik Polri Tembus 82,4 Persen, Gus Umam Narukan: Itu Amanah Berat, Jangan Terlena!

Ali Mahmudi • Minggu, 28 Juni 2026 | 08:58 WIB
LP3IA UNTUK RADAR KUDUS

KH Zaimul Umam Nursalim
LP3IA UNTUK RADAR KUDUS
KH Zaimul Umam Nursalim

 

REMBANG – Lonjakan tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara yang menyentuh angka 82,4 persen dalam Survei Litbang Kompas Tahun 2026 memantik respons positif dari kalangan pesantren. Kendati mentereng, angka statistik tersebut dinilai bukan sekadar simbol di atas kertas, melainkan sebuah ujian konsistensi bagi seluruh jajaran kepolisian agar tidak cepat berpuas diri.

 

Apresiasi terhadap capaian tersebut salah satunya disuarakan oleh tokoh muda santri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Al-Quran Narukan, Kecamatan Kragan, Rembang, KH Zaimul Umam (Gus Umam) menegaskan grafik positif itu menjadi bukti adanya ikhtiar dan kerja keras Polri yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput.

 

"Bagi dunia pesantren, jaminan keamanan dan ketentraman wilayah merupakan pilar mutlak dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak," ungkap kepada Radar Kudus Jawa Pos, Minggu (28/6/2026).

 

Menurutnya, ketika stabilitas kamtibmas terjaga dengan baik, iklim pendidikan keagamaan pun akan berdampak positif. Para santri dapat fokus menuntut ilmu dengan tenang, sementara para orang tua di rumah bisa melepas anak-anak mereka tanpa dibayangi rasa cemas. Oleh sebab itu, kehadiran aparat kepolisian yang dekat dan humanis dengan rakyat menjadi kebutuhan yang sangat krusial di era dinamis seperti sekarang.



Kendati memberikan acungan jempol, Gus Umam juga menyelipkan alarm pengingat yang cukup tajam bagi institusi Polri. Menurutnya, kepercayaan masyarakat adalah aset yang sangat ringkih. 

 

Membangun reputasi positif membutuhkan proses yang berdarah-darah dan memakan waktu tahunan, namun seluruh pencapaian itu bisa runtuh dalam sekejap hanya karena tindakan satu oknum yang mencederai rasa keadilan.

 

"Peningkatan angka-angka dalam survei tentu saja patut diapresiasi, namun yang paling berharga adalah ketika masyarakat merasa aman, didengar keluhannya, dan merasakan kehadiran polisi sebagai sahabat kehidupan," tegasnya.

 

Pihaknya menekankan bahwa institusi Polri yang ideal dan dicintai rakyat adalah mereka yang selalu hadir di tengah masyarakat. Polisi diharapkan tidak hanya muncul ketika ada persoalan hukum atau konflik saja, melainkan mampu menempatkan diri sebagai sahabat, pendamping, sekaligus pelindung dalam kehidupan sehari-hari warga.

 

Menghadapi tantangan zaman yang kian rumit, Gus Umam mendorong agar sinergi antara Polri dengan elemen ulama, santri, serta lembaga pendidikan keagamaan terus dipererat. 

 

“Pendekatan penegakan hukum ke depan dituntut harus lebih humanis, adil, dan tidak pandang bulu tanpa melihat latar belakang sosial, ekonomi, maupun jabatan seseorang,” tandasnya.

 

Terlebih lagi, ancaman di era modern ini sudah bergeser ke ranah nonkonvensional. Polri kini dihadapkan pada tugas berat untuk membentengi generasi muda dari bahaya laten narkoba, paham radikalisme, kasus perundungan (bullying), kekerasan terhadap anak, hingga dampak destruktif dari media digital. 

 

“Langkah preventif melalui kolaborasi dengan tokoh agama dinilai menjadi kunci utama untuk melahirkan suasana wilayah yang sejuk dan aman. Semoga Polri terus menjaga amanah ini, karena kepercayaan masyarakat adalah kehormatan yang harus dirawat dengan ketulusan pengabdian," pungkas adik kandung KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha). (ali)

 

Editor : Ali Mahmudi
#survei litbang kompas 2026 #Rembang hari ini #polri #Gus umam #LP3IA Narukan Rembang