Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Misteri Kerangka Manusia di Hutan Jurangjero  Terungkap Berkat Kaos dan Sandal

Ali Mahmudi • Jumat, 5 Juni 2026 | 11:40 WIB
DOK. RADAR KUDUS
UNGKAP IDENTITAS: Identitas kerangka manusia yang ditemukan di Hutan Jurangjero, Sumber, Rembang, terungkap dari kaos bertulis SRC yang dikenakan korban.

DOK. RADAR KUDUS
UNGKAP IDENTITAS: Identitas kerangka manusia yang ditemukan di Hutan Jurangjero, Sumber, Rembang, terungkap dari kaos bertulis SRC yang dikenakan korban.
 

 

REMBANG – Misteri dibalik penemuan sesosok kerangka manusia di kawasan Hutan Dusun Jurangjero, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang akhirnya tersingkap. Jasad yang tinggal tulang-belulang tersebut dipastikan merupakan seorang lansia bernama Yatman (72), warga RT 4, RW 3, Desa Jatimudo, Kecamatan Sulang.

 

Kepastian ini diperoleh setelah pihak keluarga mengenali pakaian dan alas kaki yang ditemukan polisi di lokasi kejadian. Kejelasan tersebut dikonfirmasi oleh anak kandung korban sendiri, yakni Rosidah (47).

 

Rosidah sangat meyakini bahwa kerangka itu adalah sang ayah setelah melihat langsung baju atasan bermerek SRC (Sampoerna Retail Community) serta sepasang sandal  milik korban. Kedua atribut tersebut sangat identik dengan apa yang dipakai sang ayah ketika melangkah pergi meninggalkan rumah pada 23 April 2025 silam.

 

Pernyataan dari pihak keluarga tersebut juga diperkuat oleh jajaran Satreskrim Polres Rembang. Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Alva Zakiya Akbar menegaskan bahwa pengakuan dari anak korban memang benar adanya.

 

"Korban merupakan pria kelahiran tahun 1954, sehingga saat ini dia menginjak usia 72 tahun," terang AKP Alva Zakiya Akbar memberikan rincian data korban.

 

Berdasarkan pelacakan kronologi, Mbah Yatman diketahui sudah pergi dari kediamannya selama lebih dari satu tahun. 

 

Keterangan dari keluarga korban mengalami disorientasi arah atau lupa jalan pulang lantaran kondisi kesehatannya yang sudah pikun, ditambah lagi korban memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi. 

 

Faktor inilah yang membuat korban terus berjalan hingga menempuh jarak fantastis, yakni hampir 20 kilometer dari rumah asalnya menuju titik penemuan di tengah hutan Kecamatan Sumber.

“Betul faktor usia,” jelas Alva, Jumat (5 / 6).



Sebagai informasi, kasus ini bermula ketika warga setempat digegerkan oleh temuan tengkorak dan bagian tubuh manusia yang berserakan pada Senin pagi, 1 Juni 2026. Di sekitar area penemuan, petugas hanya mendapati selembar kaos dan sandal yang diduga kuat milik korban.

 

Setelah olah TKP, seluruh sisa jasad korban langsung dievakuasi menuju RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Namun, lantaran saat itu identitasnya masih belum terkuak dan demi alasan kemanusiaan serta sanitasi, pihak rumah sakit memutuskan untuk memakamkan kerangka tersebut terlebih dahulu pada Selasa pagi, 2 Juni 2026.

 

Jasad Mbah Yatman dikebumikan di area sisi timur Pemakaman Umum Krapyak, Rembang, yang lokasinya berdekatan dengan tempat pembuangan sampah. Hingga saat ini, penyebab pasti dari meninggalnya korban masih belum diketahui. (ali)

Editor : Ali Mahmudi
#kerangka mayat di hutan jurangjero sumber #perhutani mantingan #polsek sumber #Rembang hari ini #polres rembang