REMBANG - Kesan kaku dan aroma obat-obatan yang identik dengan Puskesmas mulai bergeser di Puskesmas Kragan II.
Mulai Kamis (5/3), masyarakat tidak hanya datang untuk berobat medis konvensional, tetapi juga bisa menikmati layanan poli akupresur dan konseling yang baru saja diresmikan.
Layanan ini bukan sekadar pijat biasa, melainkan teknik akupresur yang dilakukan oleh tenaga profesional untuk mendukung kebugaran tubuh. Wakil Ketua DPRD Rembang, Gunasih, menjadi salah satu orang pertama yang menjajal langsung kemahiran terapis di poli tersebut.
Baca Juga: Rembang Luncurkan SiPet, Layanan Konsultasi Kerja via WhatsApp untuk Bantu Pencari Kerja
"Kami sangat mengapresiasi atas pengembangan yang dilakukan oleh Puskesmas Kragan II. Ini adalah langkah nyata dalam memberikan pilihan layanan kesehatan yang lebih beragam bagi masyarakat," ujar Kepala DKK Rembang, Ali Syofi’i.
Pasien tidak hanya mendapatkan tindakan fisik, tetapi juga bisa berdiskusi mendalam mengenai masalah kesehatan yang dialami.
"Kalau pijat tradisional pakai tangan dengan terapis yang terlatih dan bersertifikat. Kami punya dua orang petugas terapis. Selain pijat, pasien juga bisa melakukan konseling terkait seputar kesehatan yang dialami," ungkap Kepala Puskesmas Kragan II, Arif Rahman.
Layanan ini memiliki cakupan sasaran yang luas, mulai dari balita hingga lansia. "Beberapa sasaran poli ini di bidang konseling antara lain adalah ibu hamil untuk keperluan gizi, tumbuh-kembang anak dan remaja. Jika membutuhkan akupresur, maka pasien akan diberikan layanan pijat," imbuh Arif Rahman.
Meski baru saja dilaunching secara resmi, antusiasme warga ternyata sudah terlihat sejak pagi hari. "Masyarakat sudah ada yang memanfaatkan layanan baru ini," pungkasnya. (ali)
Editor : Mahendra Aditya