REMBANG – Isu mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang kembali menguat.
Berdasarkan informasi yang beredar, perombakan jabatan untuk ketiga kalinya di masa kepemimpinan Bupati Harno dan Wakil Bupati Hanies dijadwalkan berlangsung pada Jumat Legi (9/1).
Prosesi pelantikan disebut-sebut akan digelar di Pendopo Museum RA Kartini.
Sumber internal Pemkab Rembang menyampaikan bahwa acara pelantikan direncanakan berlangsung pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.
Agenda utama kegiatan tersebut meliputi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan bagi pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, serta jabatan fungsional.
Dalam mutasi awal tahun 2026 ini, sebanyak 15 posisi Eselon II serta sekitar 20 jabatan Eselon III dan IV dikabarkan masuk dalam daftar pergeseran.
Sebagai tahapan persiapan, uji kompetensi bagi seluruh pejabat Eselon II telah dilaksanakan di Semarang pada penghujung tahun lalu dengan melibatkan tim penguji independen.
Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin, membenarkan adanya rencana pelantikan tersebut, khususnya untuk mengisi jabatan yang masih kosong melalui mekanisme rotasi maupun seleksi terbuka.
“Ketua panitia seleksi uji kompetensi pejabat Eselon II Rembang sudah menjalankan tugasnya. Setelah proses itu selesai, tahapan berikutnya ditangani oleh Badan Kepegawaian Daerah. Pengisian jabatan nanti ada yang melalui seleksi terbuka dan ada pula yang melalui pergeseran. Untuk seleksi terbuka, waktunya sekitar tiga bulan,” jelas Fahrudin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (8/1).
Hal senada disampaikan Kepala BKD Rembang, Arif Romadlon. Ia memastikan bahwa seluruh prosedur mutasi telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan kini tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Pasar Hewan Baru Pamotan Rembang Diresmikan, Bupati Harno Soroti Alur Bongkar Muat
“Semua tahapan sudah clear. Kalau persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri dan BKN sudah turun, tinggal pelaksanaan pelantikan, pengisian, maupun rotasi jabatan. Soal waktunya, Pak Sekda yang lebih berwenang menjelaskan. Dalam waktu dekat, mohon ditunggu,” ujar Arif singkat.
Sementara itu, suasana mutasi mulai terasa di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Meski hingga Kamis sore belum menerima undangan resmi, beberapa pejabat mengaku telah mendengar kabar pergeseran posisi mereka dari lingkungan internal kantor masing-masing. (noe)