Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jelang Nataru, Stok dan Takaran BBM di SPBU Rembang Dinyatakan Aman

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 13 Desember 2025 | 20:38 WIB

PENGAWASAN: UPT Metrologi Legal Rembang bersama Metrologi Blora melakukan pengawasan SPBU Tireman, Rembang kemarin.
PENGAWASAN: UPT Metrologi Legal Rembang bersama Metrologi Blora melakukan pengawasan SPBU Tireman, Rembang kemarin.

REMBANG – Sebanyak 24 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Rembang menjadi objek pengawasan intensif menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketepatan takaran BBM sekaligus kelayakan peralatan pompa yang digunakan.

Pengawasan diawali dengan pemeriksaan volume BBM yang dikeluarkan mesin pompa, lalu dilanjutkan dengan pengecekan perangkat dan segel pengaman. 

Baca Juga: Blusukan ke Lokasi Embung, Bupati Rembang Harno Dorong Agrowisata dan Ketahanan Air

Pemeriksaan ini tidak dapat dilakukan sembarangan, karena hanya petugas berwenang yang diperbolehkan membuka segel alat ukur.

Kepala UPT Metrologi Legal Rembang, Mukaromah, menjelaskan bahwa pembukaan segel pompa BBM hanya bisa dilakukan oleh penera resmi.

Tujuannya untuk memastikan apakah segel masih utuh atau pernah dibuka sebelumnya, termasuk mencatat waktu terakhir dilakukan tera ulang.

“Bagian mesin pompa biasanya hanya terlihat dari stiker di luar. Untuk membuka alatnya hanya bisa saat pengawasan atau tera ulang, dan itu pun dilakukan oleh penera yang berwenang. Jadi tidak bisa sembarang orang,” ujar Mukaromah kepada Jawa Pos Radar Kudus, Jumat (12/12).

Ia menambahkan, pengawas bertugas memastikan bahwa tera telah dilakukan dan segel masih dalam kondisi baik.

Apabila ditemukan segel rusak atau tidak utuh, pengawas akan melaporkannya ke pihak Metrologi untuk segera ditindaklanjuti.

“Yang berhak memutus segel hanya petugas tertentu. Jika ada kerusakan mesin, pihak SPBU juga harus melapor dan berkoordinasi dengan Metrologi,” jelasnya.

Baca Juga: Viral! Study Tour Rp 1,3 Juta Dikeluhkan Wali Murid di Rembang

Menurut Mukaromah, secara umum kondisi SPBU di Kabupaten Rembang dinilai cukup baik.

Selain memeriksa alat ukur, tim pengawas juga memastikan ketersediaan stok BBM menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Stok BBM di Kabupaten Rembang aman hingga Nataru. Data pasokan kami peroleh langsung dari pihak SPBU,” katanya.

Pengawasan ini merupakan bagian dari kegiatan serentak nasional menjelang HBKN.

Baca Juga: UPT Metrologi Legal Rembang Optimalkan Pemantauan SPBU Jelang Nataru

Di Kabupaten Rembang, kegiatan tersebut sudah dimulai sejak sepekan lalu. Hingga Jumat kemarin, tercatat 17 dari total 24 SPBU telah dilakukan pemeriksaan.

Pada hari Jumat (12/12), pengawasan dilakukan di sejumlah wilayah dengan membagi tim menjadi dua untuk memaksimalkan cakupan.

Tim wilayah timur menyasar SPBU Jalatundo (Lasem), Kiringan (Rembang), dan Clangapan (Rembang).

Sementara tim lainnya melakukan pengawasan di kawasan Rembang kota, meliputi SPBU Gajahmada, Tireman, hingga wilayah Sulang dan sekitarnya.

Hasil sementara menunjukkan seluruh SPBU di Kabupaten Rembang masih berada dalam batas kesalahan yang diizinkan (BKD).

Bahkan, dalam pengambilan sampel di SPBU Tireman, ditemukan hasil takaran yang melebihi standar minimum.

“Secara umum seluruh SPBU aman dan masih sesuai standar BKD. Pengawasan ini dilakukan agar konsumen tetap terlindungi,” pungkas Mukaromah. (noe)

Editor : Ali Mustofa
#takaran bbm #rembang #jelang nataru #SPBU #pertamina