REMBANG – Tanjakan ekstrem menunju dukuh terpencil di Kabupaten Rembang sudah terbuka.
Kendaraan truk maupun sepeda motor tidak lagi manuver berat saat melintas.Meskipun medan jalan masih masih bergelombang, berlanjut kedepan akan dituntaskan.
Saat ini warga tidak lagi ngos-ngosan saat jalan kaki. Baik yang hendak berkebun atau sekadar menengok kerabatnya di dukuh Ngotoko, desa Pasedan, Kecamatan Bulu.
Mereka merasakan hasil pengeprasan jalan hasil Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung IV.
Tanjakan dan jalan yang disetuh berada di kanan kiri hutan. Guyuran air hujan masih tampak basah di jalan tersebut.
Masih licin saat dilalui. Butuh skil khusus agar tidak tergelincir. Meski untuk warga lokal itu sudah biasa, mengingat jalan sehari-hari.
Sebelum ada TMMD tanjakan ekstrim. Karakteristik tanjakan disana. Dulunya batu. Makanya untuk simpangan kendaraan agak kesulitan.
Cukup berbahaya digunakan mobilitas warga sehari-hari, baik sekolah, mendapatkan akses kesehatan maupun menunjang perekonomian.
Akhirnya bisa dilakukan sampai 2 meter lebih dan dilebarkan untuk memudahkan mobilitas warga disana. Untuk menurunkan menggunakan alat berat (bego).
Langkah ini dilakukan untuk mengambil tanjakan ekstrem tersebut.
Salah satu warga Pasedan, Lasem mengakui dulu jalan menuju Ngotoko menanjak. Lalu ada turunan dan menanjak lagi.
Setelah ada program dari TNI sinergi pemerintah tanjakan dikepras sehingga bisa rata kanan kiri hutan.
”Dulu nanjak sekali. Sekarang rata bagus. Imbang sisi kanan dan kiri hutan. Harapanya kedepan jalannya bisa diratakan, lalu cor agar. Agar mudahkan masyarakat menuju dukuh Ngotoko, khususnya yang gunakan kendaraan” harapannya.
Hal sama diakui Sugiyanto warga Kecamatan Sumber. Kebetulan kali kedua melintas di daerah terpencil tersebut.
Saat ini jalannya lebih enak dilalui dibandingkan sebelumnya. Walaupun diakui jalannya butuh penanganan lanjutan.
”Saya tidak asli warga disana. Kebetulan baru melintas dua kali. Cari rosok. Tapi adanya pengeprasan tanjakan lebih mudah dilalui kendaraan,” imbuhnya.
Semenrara itu Dandim 0720 Rembang, Letkol Arm Winner Fradana Dieng melaporkan usai melaksanakan upacara penutupan TMMD Sengkuyung tahap IV tahun 2025.
Sasaranya ada fisik dan non fisik. Fisik melaksanakan pengecoran jalan sejauh 1, 1 kilometer.
”Dengan terbukanya akses jalan Ngotoko bisa membawa pertumbuhan ekonomi yang bagus untuk dukuh Ngotoko. Juga akses pendidikan anak-anak disana. Biar gambang ke sekolah. Akses kesehatan juga gampang ditempuh,” harapannya.
Harapannya seluruh wilayah di Rembang bisa maju. Tidak ada yang tertinggal. Sama-sama warga Negara punya hak sama.
Dandim menambahkan melihat dusun Ngotoko perlu dibangunkan akses jalan.
Maka mekanisme bottom-up, saran aspirasi dipertimbangkan dukuh Ngotoko salah satu sasaran TMMD.
Dalam pelaksaanya tidak menampik dampak cuaca terasa. Sasaranya ngecor.
Musuhnya sama dengan hujan. Lalu ada kepala desa menghadap Danramil dan melaporkan ada acara hajatan. Karena untuk warga setempat akhirnya dibuka jalan.
”Akhirnya yang harusnya bisa dikerjakan terus tanpa berhenti, harus menunda hingga acara selesai. Diutamakan warga sekitar,” komitmennya.
Terakhir Dandim ucappkan seluruh instansi terkait. Terutama Bupati, Kemudian camat, Kades Pasedan sudah memfasilitasi.
Sehingga dapat mencapai sasaran baik fisik dan non fisik di TMMD kali ini. (noe)
Editor : Ali Mustofa