REMBANG - Ratusan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) sekolah alam dengan mengikuti program Pengembangan SDM Pariwisata bagi Anak Usia Dini dan Generasi Muda di Pantai Karang Jahe.
Rangkaian kegiatan hari kedua kemarin dihadiri Bunda PAUD Musringah Harno.
Seperti diketahui bersama kegiatan pengembangan SDM Pariwisata digelar selama dua hari 30-31 Oktober 2025. Di hari pertama digelar di kawasan heritage Rumah Merah Lasem dengan peserta siswa-siswi SMA.
Sementara hari kedua kemarin dihadiri ratusan anak-anak dari PAUD dan TK.
Mereka diperkenalkan pada pesona pariwisata dengan bahasa sederhana, lalu diberi ruang berekspresi secara bebas.
Hadir dalam kesempatan kemarin, kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang Mutaqin, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang, Nursidi, dan tim dari Dibudpar.
Bunda PAUD Kabupaten Rembang Musringah Harno menyebutkan pentingnya menanamkan cinta daerah dan karakter ramah tamah sejak usia dini. “Kita tanamkan bukan hanya huruf dan angka, tapi juga cinta tanah kelahiran,” ujarnya.
Ia mendorong orang tua untuk rutin berwisata lokal sebagai bentuk kebanggaan daerah. Kepada guru dan generasi muda, ia berpesan agar menjadikan destinasi wisata Rembang sebagai “sekolah alam” yang mendidik dan membentuk karakter.
“Semoga lahir generasi Rembang yang cerdas, berkarakter, dan mencintai daerahnya,” imbuhanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Muttaqin menambahkan bahwa program ini bertujuan meningkatkan SDM pariwisata sejak dini.
“Anak-anak PAUD yang berkunjung akan bercerita kepada teman dan keluarga, sehingga bisa mendatangkan wisatawan baru. Mereka kami jadikan pionir sebagai duta wisata cilik,” jelasnya.
Sementara Nursidi perwakilan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang mengapresiasi penuh kegiatan pengenalan pariwisata lokal bagi anak.
Menurutnya kegiatan pembelajaran di luar kelas bagi anak-anak sangat bermanfaat. “Outing class tidak harus jauh. Cukup di sekitar yang dikenal anak, agar bisa dikunjungi kembali. Ini baru perkenalan, sekaligus penyegaran,” ujarnya. (noe/ali)
Editor : Mahendra Aditya