REMBANG – Peserta seleksi kepala dusun (kadus) di desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, membludak.
Dari pendaftar awal 25 orang, 2 orang diantaranya mundur sebelum tes, sehingga hingga kemarin total ada 23 peserta yang siap berebut kursi kadus.
Nantinya yang lolos dapat fasilitas gaji pegawai tetap. Disana gaji diangka Rp 2,4 juta sampai Rp 2,6 juta (tergantung jabatan).
Lalu ada tunjangan jabatan. Sama fasilitas bengkok desa. Jika disewakan sampai Rp 15 juta/ tahun.
Ketua panitia seleksi perangkat desa Sidorejo, Muammar Mamduh menyampaikan pendaftaran sudah di tutup.
Dibuka pada tanggal 1 September – 9 September 2025. Sosialisasi menjangkau seluruh lapisan masyarakat dapat respon 25 peserta.
”25 peserta angka yang tidak kita prediksi. Paling angka dibawah 10,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus.
Mamduh pastikan seleksi Kadus di Sidorejo fair. Tidak ada permainan baik panitia maupun perangkat desa.
Tidak ada titipan nama. Karena baginya bisa mencederai demokrasi. Kepercayaan publik ditunjukan banyaknya pendaftar.
Bahkan pendaftar dari luar Sidorejo prosentase 60 persen dan 40 persen dari Sidorejo.
Setelah ditutup pendaftaran, tahapan berikutnya verifikasi administrasi. Kelengkapan berkas ditunggu sampai 15 September pukul 21.00.
”Ada skornya. Misalnya untuk tempat tinggal di Sidorejo beda peserta yang diluar. Lalu ada skor ijazah terakhir atau pendidikan terakhir. Sarjana dan SMA atau S2 semua ada skor,” terangnya.
Ia menjelaskan syarat utama minimal ijasah SMA. Dari 25 pendaftar, peserta 19 semuanya menyandang ijazah S1, sisanya 6 SMA atau MA.
Dalam tahapan verifikasi tersebut dua orang memutuskan tidak melanjutkan. Berbagai pertimbangan ada yang mendapatkan panggilan kerja.
Satunya menarik diri dengan pertimbangan persaingan ketat yang lulusan S1. Dan untuk menjamin transparansi dari semua proses tersebut terbuka.
”Kita melibatkan pengawas dari kecamatan, dari Koramil dan Polsek. Setiap tahapan dibuat berita acara dan dokumentasi. Kita jamin transparansi, akuntabilitas dari semua proses dan tahapan, jangan sampai ada celah dari pihak siapapun bermain,” tambahnya.
Mamduh menambahkan pelaksanaan ujian direncanakan tanggal 29-30 September. Pelaksananya di lab Komputer Yayasan Tuhfatus Shibyan.
“Nanti ada 3 tahapan tes. Satu tes tertulis menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT),” terangnya.
Lalu tes kedua ujian praktik. Dikehendaki pihak Desa Sidorejo, perangkat desa yang menguasai IT dasar untuk pembuatan email, kirim email dan lain-lain.
Lalu ujian berikutnya tes wawancara yang dijadwalkan hari terakhir.(noe)
Editor : Ali Mustofa