Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Batalyon Teritorial Pembangunan Akan Didirikan di Rembang, Dilengkapi Sistem Pertanian Terpadu

Vachri Rinaldy • Kamis, 4 September 2025 | 21:11 WIB
Tim meninjau lokasi yang akan didirikan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 888, di Pamotan Rembang.
Tim meninjau lokasi yang akan didirikan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 888, di Pamotan Rembang.

REMBANG - Wilayah Pamotan, Rembang akan dibangun Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (YTP) 888.

Markas militer ini akan dilengkapi dengan sistem pertanian terpadu (Integrated Farming).

Komandan Kodim 0720 Rembang Letkol Arm. Winner Fradana Dieng menyampaikan, Batalyon ini merupakan program yang seharusnya dilaksanakan tahun depan.

Saat ini, Mabes TNI Angkatan Darat melakukan percepatan, sehingga proses pembangunan akan dilaksanakan pada tahun 2025.

"Yonif Teritorial Pembangunan 888 ini seharusnya programnya tahun depan semester I. Tetapi karena ada percepatan, perintah juga dari pimpinan, dipercepat tahun ini," katanya.

Rencananya batalyon ini akan dibangun di wilayah Pamotan dengan luas sekitar 84 hektare.

Beberapa waktu lalu, tim sudah meninjau ke lokasi.

"Kemarin sudah kami cek, termasuk dari Kemhan bersama Kodam, sudah mengecek ke lokasi, sudah acc," katanya.

"Sekarang sedang proses administrasi di tingkat angkatan darat," imbuhnya.

Untuk tahap awal, YTP akan diisi dengan 500 personel. Selanjutnya, kapasitas organisasi bisa mencapai 1.000 orang.

Fungsi utamanya, untuk mendukung ketahanan pangan. Di sana juga akan dibangun integrated farming.

"Ini ada kemampuan teritorial pembangunan. Ada peta peternakan, pertanian, perikanan, konstruksi, dan lain-lain. Termasuk kesehatan," jelasnya.

Dandim mengatakan, awalnya Batalyon Teritorial Pembangunan ini direncanakan dibangun di Ungaran, Kabupaten Semarang.

Namun, setelah dilakukan kajian, Pamotan dipilih sebagai lokasi yang tepat.

"Awalnya memang ada Perhutani di Sedan yang kami tinjau. Ternyata, Perhutani menyampaikan ada yang lebih baik di wilayah Pamotan. Kemudian akses ke fasum (fasilitas umum), fasos (fasilitas sosial) di wilayah kecamatan lebih dekat," jelasnya. (vah)

Editor : Ali Mustofa
#pamotan #Batalyon Infanteri #ketahanan pangan #sistem pertanian terpadu #rembang #Batalyon Teritorial Pembangunan #tni