Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kepala DPKP Sebut ASN Rembang yang Ditemukan Meninggal di Pantai Tasikagung Tidak Punya Masalah di Kantor, Ini Aktivitas Terakhirnya

Vachri Rinaldy • Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:07 WIB
Kepala DPKP Rembang Mustain menunjukkan meja kerja JH, ASN yang ditemukan meninggal di Pantai Tasikagung.
Kepala DPKP Rembang Mustain menunjukkan meja kerja JH, ASN yang ditemukan meninggal di Pantai Tasikagung.

REMBANG - JH, Aparatur Sipil Negara (ASN) Rembang yang ditemukan meninggal di Pantai Tasikagung disebut tidak memiliki masalah di tempat kerja.

Perempuan yang baru saja diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2025 ini dikenal cenderung pendiam.

Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, jenazah JH ditemukan mengapung di sekitar breakwater Tasikagung, sebelah barat Taman Kartini Senin (11/8) sekitar pukul 10.00.

Saat itu, kondisi jenazah masih mengenakan seragam khaki yang biasa dipakai ASN.

Sementara ini, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kematian dari pegawai yang kesehariannya bekerja di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) itu.

Berdasarkan hasil visum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soetrasno Rembang, ditemukan luka pada tubuh korban.

Di antaranya, patah tulang di tiga titik tangan sebelah kiri.

Selain itu, juga terdapat memar di kepala yang diduga dari benturan.

Jenazah kemudian dilakukan autopsi oleh Bidokkes Polda Jateng pada Senin (11/8) malam.

Setelah itu, dibawa ke kampung halaman korban di Batangan, Pati untuk dimakamkan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Rembang Mustain menyampaikan, para pegawai sudah melayat ke rumah duka.

Menurutnya JH tidak ada masalah di kantor dan cenderung pendiam.

"Tidak ada apa-apa, anaknya memang pendiam," katanya.

Ia membenarkan, sebelum ditemukan meninggal, perempuan yang bekerja sebagai staf kawasan permukiman itu juga sempat mengikuti apel pagi.

Namun, sebagai kepala dinas, dia tidak mengetahui secara pasti peristiwa yang terjadi setelah apel pagi.

Mustain baru mengetahui setelah pihak kepolisian mendatangi kantornya.

"Izin keluar (JH izin keluar setelah apel pagi). Teman dekatnya yang bilang, saya kan ruangannya beda. Informasi dari teman-teman," katanya.

Sementara itu, informasi yang beredar, saat keluar kantor, JH tidak membawa handphone.

Mustain membenarkan hal tersebut.

"Kemarin ketika ada teman-teman dari Polres ke sini hp-nya ada," katanya.

Mustain mengatakan beberapa bulan lalu, JH sempat cuti melahirkan. Kemudian ia beraktivitas kembali. "Lebih satu bulan (masuk kantor kembali), anaknya sudah empat bulan," katanya. (vah)

Editor : Ali Mustofa
#Pantai Tasikagung #rembang #Temuan Mayat ASN Rembang #ASN Rembang #Kepala DPKP Rembang