
GROBOGAN- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan merampungkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) revitalisasi Bundaran Tugu Tani dan Taman Merapi.
Dokumen perencanaan senilai Rp 75 juta itu kini menjadi acuan pelaksanaan pembangunan fisik yang ditargetkan mulai pada akhir Juni.
Kepala DLH Grobogan Heru Dwi Cahyono mengatakan, rampungnya DED menandai selesainya tahapan perencanaan sehingga proyek siap memasuki tahap konstruksi.
"DED sudah rampung. Sedangkan alokasi revitalisasi Rp 800 juta APBD untuk percantik Taman Merapi dan Tugu Tani ini. Target kami akhir Juni sudah bisa mulai pengerjaan fisik," ujar Heru.
Ia menjelaskan, revitalisasi tidak hanya bertujuan mempercantik Bundaran Tugu Tani, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi kawasan sebagai ruang publik yang nyaman, edukatif, sekaligus memperkuat identitas Grobogan sebagai lumbung pangan nasional.
"Monumen Tugu Tani tetap menjadi ikon utama. Yang kami tata adalah kawasan tamannya agar lebih representatif, mudah diakses masyarakat, dan memiliki ciri khas yang menggambarkan Grobogan sebagai daerah agraris," katanya.
Konsep revitalisasi mengusung tema agraris melalui podium bertingkat yang terinspirasi dari bentuk sawah terasering.
Monumen tetap berada di titik pusat, sementara plaza dibuat lebih tinggi agar menjadi pusat pandangan.
Di sekelilingnya disediakan jalur pedestrian yang memungkinkan masyarakat mengakses area taman dengan lebih mudah apabila nantinya difungsikan sebagai taman aktif.
Desain kawasan juga mengadopsi filosofi empat arah mata angin.



