REMBANG – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang angkat suara 20 sekolah dasar mengalami kekurangan murid.
Bahkan salah satunya di SDN Sendangcoyo 3 tidak dapat sama sekali.
Faktornya letak geografis, jumlah penduduk yang minimal hingga kehawatiran wali murid.
Kabid pembinaan SD, Kapti Prasetyo Aji menyampaikan total SD di Kabupaten Rembang jumlah 378 sekolah.
Terinci SD Negeri 363, SD swasta 15. Ia tidak menampik hasil pendataan ada puluhan SD per kecamatan yang paling rendah siswanya.
Bahkan ada satu sekolah tidak dapat murid baru saat tahun ajaran 2025-2026. Yakni di SDN 3 Sendangcoyo, Lasem.
”Pertama letak geografis. Demografinya sulit medannya. Kedua imbas dari masalah tahun kemarin,” evaluasinya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.
Di SDN 3 Sendangcoyo, Lasem saat pendaftaran beberapa waktu lalu ada informasi dua murid dari desa tersebut.
Cuma ke desa tetangga, Criwik, Kecamatan Pancur. Karena ada ketakutan dari wali murid terkait kejadian yang pernah viral tahun lalu. Akhirnya tidak terbukti.
”Akhirnya dua calon murid sekolah di luar desa. Dari jumlah kepala keluarga (KK) minim,” terangnya.
Meski demikian pelayanan pendidikan tetap diberikan. Saat ini belum ada kebijakan rencana regrouping.
Karena dari letak geografis sama beratnya. Jaraknya lumayan, 1 kilo lebih. Paling dekat di SDN 1 Sendangcoyo.
Ia membenarkan secara otomatis guru masih sisa satu. Masih di sekolah SDN 3 Sendangcoyo karena di bulan Desember ada yang pensiun.
Disana tidak ada kepala sekolah definitif. Saat ini baru di isi pelaksana tugas (PLT).
”Jadi ada guru senior atas Naryo yang diangkat menjadi PLT. Dan guru tidak dapat jam mengajar dialihkan jadi guru kelas tersebut. Yang di PLt kemungkinan Desember pensiun,” sambungnya.
Kondisi serupa di kecamatan lain kurang dari rombel maksimal 28 anak. Rata-rata geografis dan jumlah penduduk minimal. Menurut Dinas Pendidikan Rembang alamiah. Jadi mendorong tetap maksimalkan pelayanan.
”Sama di sekolah meningkatkan kegiatan pengembangan minat dan bakat untuk mengikuti lomba-lomba tersebut. Jangan sampai ketinggalan SD lainnya,” doronganya. (noe)
Data sekolah SD di kecamatan yang mendapatkan murid paling sesikit, sumber Dindikpora Rembang:
1. Kecamatan Sulang
Tidak ada murid: -
Murid paling sedikit: SD N KOROWELANG = 9
2. Kecamatan Gunem
Tidak ada murid: -
Murid paling sedikit: SD N 3 GUNEM = 7
3. Kecamatan Pancur
Tidak ada murid: -
Murid paling sedikit: SD N TUYUHAN, SD N 2 PANDAN, SD N POHLANDAK = 11
4. Kecamatan Kragan
Tidak ada murid: -
Murid paling sedikit: SD N TANJUNGSARI = 7
5. Kecamatan Kaliori
Tidak ada murid: -
Murid paling sedikit: SD N WIROTO = 8
6. Kecamatan Lasem
Tidak ada murid: SD N 3 SENDANGCOYO = 0
Murid paling sedikit: SD N 1 SENDANGCOYO, SD IT TAHFIDZ = 5
7. Kecamatan Rembang
Tidak ada murid: -
Murid paling sedikit: SD N GEGUNUNG KULON = 9
8. Kecamatan Bulu
Tidak ada murid: -
Murid paling sedikit: SD N PINGGAN = 8
9. Kecamatan Sale
Tidak ada murid: -
Murid paling sedikit: SD N 2 MRAYUN, SD N 2 BANCANG = 7
10. Kecamatan Pamotan
Tidak ada murid: -
Murid paling sedikit: SD N BAMBAN = 9
11. Kecamatan Sluke
Tidak ada murid: -
Murid paling sedikit: SD N RAKITAN, SDN 2 LABUHAN = 8
12. Kecamatan Sumber
Tidak ada murid: -
Murid paling sedikit: SDN 2 Kedungasem. = 6
13. Kecamatan Sarang
Tidak ada murid: -
Murid paling sedikit: SD IT PELANG = 3
14. Kecamatan Sedan
Tidak ada murid: -
Murid paling sedikit: SD SIDOMULYO 2 = 6
Editor : Mahendra Aditya