Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

4 Tebing Longsor, 3 Rumah Rusak, BPBD Rembang Selesaikan Kaji Cepat

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 19 Juni 2025 | 00:19 WIB
KERJA BAKTI: Warga membantu kerja bakti urai sampah yang tersumbat, satu sisi stakeholder terkait mengecek kondisi di Trahan dari atas jembatan, Selasa lalu (17/6).
KERJA BAKTI: Warga membantu kerja bakti urai sampah yang tersumbat, satu sisi stakeholder terkait mengecek kondisi di Trahan dari atas jembatan, Selasa lalu (17/6).

REMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang menyelesaikan kaji cepat atas bencana banjir di Desa Trahan dan longsor di Desa Sanetan, Kecamatan Sluke. Hasilnya, tidak ada kerugian tercatat di Trahan.

Namun di Sanetan, empat titik tebing longsor dan tiga rumah warga mengalami kerusakan.

Banjir di Desa Trahan terjadi akibat penyumbatan sampah di bawah jembatan Jalan Pantura.

Baca Juga: Ketahanan Pangan di Lapas Terbuka Kendal: Warga Binaan Raup Untung, Kalapas Purwodadi Dampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Sementara di Sanetan, longsor dipicu hujan deras yang mengguyur daerah hulu pada Senin malam (16/6), menyebabkan empat tebing runtuh di wilayah padat penduduk.

BPBD mencatat lokasi terdampak banjir berada di RT 1/RW 1 Desa Trahan. Sedangkan di Desa Sanetan, longsor melanda empat titik: tebing Wangan RT 1/RW 1, dua titik tebing di permukiman warga RT 2/RW 1 dan RT 5/RW 1, serta tebing lapangan RT 5/RW 2.

Kabid Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Rembang, Puji Widodo, menjelaskan bahwa hujan mulai turun pukul 19.30 WIB hingga 23.00 WIB.

Banjir disebabkan oleh tumpukan sampah di tiang penyangga jembatan serta pendangkalan saluran drainase di Trahan.

“Di Trahan, air meluap karena jembatan tersumbat sampah dan saluran drainase dangkal. Sedangkan di Sanetan, curah hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan longsor di tebing-tebing dekat permukiman,” ujarnya, Selasa (17/6).

Rincian Kerusakan Tebing

BPBD mencatat dimensi kerusakan pada empat titik longsor di Sanetan:

“Total kerusakan tebing sepanjang 64 meter. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta,” terang Puji.

Respons dan Tindakan Cepat

Warga Desa Trahan langsung menggelar kerja bakti untuk membersihkan tumpukan sampah di bawah jembatan.

Mereka juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, BBWS, DPUTARU, dan Babinsa untuk mencegah banjir susulan.

Sementara itu di Sanetan, BPBD telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak dan melakukan asesmen cepat di lapangan.

Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan guna penanganan lanjutan dan antisipasi bencana serupa.

Baca Juga: Bersenjata Alat Kebersihan, Polisi Gelar Kerja Bakti Bersihkan Tempat Ibadah di Jepara

“Tiga rumah warga rusak akibat longsor di Sanetan, masing-masing milik Yasin, Wartono, dan Sunari,” jelasnya.

BPBD menegaskan tidak ada kerusakan atau kerugian material di Desa Trahan. Namun, potensi banjir masih mengancam jika tumpukan sampah tidak dikelola dengan baik, terutama di musim hujan.

Pihak desa dan warga diminta rutin membersihkan saluran air dan memperkuat infrastruktur drainase. (Wisnu Aji)

Editor : Mahendra Aditya
#bencana alam #bencana di rembang #bpdb rembang #rembang #tebing longsor